Soroti Mobdin Mewah, DPRD Kaltim: Muruah Rakyat Lebih Utama dari Mobil

Penulis: Redaksi  •  Rabu, 25 Februari 2026 | 16:12:04 WIB
Baharuddin Demmu mengkritik pengadaan mobil dinas mewah Gubernur Kaltim yang dinilai tidak efisien.

SAMARINDA – Kontroversi pengadaan mobil dinas (mobdin) baru di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memicu kritik tajam. Anggota DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu, melontarkan sindiran keras terkait urgensi pembelian kendaraan mewah bagi kepala daerah di tengah tuntutan efisiensi anggaran daerah.

Baharuddin menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah seharusnya adalah menjaga harkat dan martabat masyarakat melalui pembangunan nyata, bukan melalui fasilitas mewah pejabat. Ia mempertanyakan alasan pemerintah yang menyebut pengadaan mobil tersebut bertujuan menjaga "muruah" daerah saat menyambut tamu penting.

“Yang didahulukan itu harusnya muruah rakyat. Itu yang utama. Kalau bicara muruah, ini muruah siapa dulu? Jalanan masih banyak yang rusak,” tegas Baharuddin Demmu di Samarinda, Rabu (25/2/2026).

Politisi PAN ini kemudian membandingkan fasilitas tersebut dengan kendaraan operasional pimpinan negara. Ia menyoroti Presiden Prabowo Subianto yang menggunakan kendaraan dengan taksiran nilai di bawah Rp2 miliar, serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang kerap terlihat menggunakan mobil seharga Rp600 jutaan sebagai simbol kesederhanaan.

“Presiden saja pakai mobil enggak sampai Rp 2 miliar. Masa gubernurnya lebih mahal? Untuk sekelas wapres saja cukup. Artinya memperlihatkan bahwa pejabat itu sederhana dalam memakai uang rakyat,” imbuhnya.

Baharuddin juga mengungkapkan kekecewaannya lantaran pemerintah provinsi dianggap mengingkari janji. Menurutnya, dalam pembahasan APBD Perubahan 2025, BPKAD sempat berkomitmen tidak akan ada pengadaan kendaraan baru demi mengantisipasi penurunan dana transfer dari pusat. Hal inilah yang membuat DPRD sempat melonggarkan pengawasan pada pos anggaran tersebut.

“Pemerintah tidak boleh menelan kembali liur yang sudah diucapkan. Nah, ketika kemudian mobil itu muncul, kami juga kaget. Terus terang kecewa,” ungkapnya.

Ia menilai kendaraan dinas gubernur terdahulu sebenarnya masih dalam kondisi layak pakai. Jika pun memerlukan armada baru untuk medan berat di Kaltim, ia menyarankan tipe kendaraan yang lebih rasional dengan harga yang tidak mencolok, seperti tipe SUV tangguh di kisaran Rp1 miliar.

Bagi Baharuddin, anggaran miliaran rupiah yang dialokasikan untuk satu unit mobil mewah akan jauh lebih bermanfaat jika disalurkan untuk perbaikan infrastruktur jalan, bantuan sosial, atau program lain yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Reporter: Redaksi
Back to top