Dishonored, Game Assassin Supernatural yang Memberi Kebebasan Penuh untuk Membunuh — atau Tidak

Penulis: Prayoga Santana  •  Minggu, 21 Juni 2026 | 22:34:31 WIB
Kekuatan Blink memungkinkan teleportasi strategis di kota Dunwall yang penuh tantangan.

Bayangkan ini: kamu seorang pembunuh bayaran dengan kekuatan teleportasi, menyusuri kota pelabuhan Dunwall yang reyot dan penuh wabah. Tapi kamu tidak harus membunuh siapa pun. Itulah premis Dishonored, game yang membalikkan logika tipikal game aksi.

Kota Dunwall yang Hidup dan Busuk

Dunwall bukan sekadar latar. Kota ini adalah karakter yang bernapas — perpaduan aneh antara arsitektur era Victoria, teknologi Tesla yang berderak, dan senapan matchlock. Semuanya lapuk, kotor, dan penuh kontras: istana batu sabun milik bangsawan bersebelahan dengan gang penuh tikus dan mayat.

Lingkungan ini bukan pajangan. Setiap sudut menyimpan catatan, buku harian, dan petunjuk tentang harta karun atau kombinasi brankas. Bahkan ada side quest di area-area luas yang bisa kamu jelajahi secara bebas — naik ke atap, menyusup lewat jendela, atau merangkak di selokan.

Dishonored hanya punya enam kekuatan magis, tapi satu di antaranya jadi andalan: Blink. Teleportasi jarak pendek yang hampir gratis secara mana ini mengubah navigasi dan pertempuran. Kamu bisa melompat ke lampu gantung, menghilang di depan mata penjaga, atau mendarat tepat di belakang musuh untuk tikaman diam-diam.

Sistem bidikannya presisi — game menunjukkan titik pendaratan persis saat kamu membidik. Jadi pemain yang sering jatuh dari tempat tinggi tetap bisa mendarat dengan selamat.

Paradoks Moral: Sistem Chaos yang Menghukum Pembunuhan

Inilah yang membuat Dishonored unik: game ini mendorongmu untuk tidak membunuh, tapi hampir semua persenjataan terbaik — pisau, pistol, panah eksplosif, granat, springrazor, dan kekuatan seperti Devouring Swarm — hanya efektif untuk membunuh. Satu-satunya senjata non-letal hanyalah sleep dart dan gerakan cekik yang lambat.

Semakin banyak mayat yang kamu tinggalkan, semakin banyak tikus dan zombie wabah muncul di level berikutnya. Karakter akan mengomelimu. Bahkan misi utama bisa gagal secara opsional jika kamu terlalu "efisien" membunuh target yang seharusnya dieliminasi dengan cara non-letal. Ending buruk menanti jika chaos terlalu tinggi.

Ironisnya, misi non-letal seringkali lebih kejam daripada kematian — salah satunya membuat seorang wanita tidak sadarkan diri di tangan penguntit yang mengerikan.

Kebebasan Sistemik: Dari Rakitan Bom hingga Tikus yang Bisa Dikendalikan

Dishonored adalah taman bermain sistem yang saling terhubung. Setiap perangkat keamanan — Arc Pylon, Wall of Light, menara pengawas — terhubung ke panel kontrol dan baterai minyak paus. Panel bisa diutak-atik, baterai bisa dicuri atau diledakkan.

Dalam satu kejadian, seorang jurnalis PC Gamer yang menulis review ini tak bisa mencapai panel karena terkena jangkauan Arc Pylon. Solusinya: tembak baterai dari jauh, ledakan mematikan Pylon, lalu curi baterai baru dari ruang penyimpanan dan nyalakan kembali — kini berpihak padanya. Hasilnya? Pylon itu menggoreng begitu banyak penjaga hingga baterainya harus diganti.

Lalu ada Possession: kekuatan merasuki makhluk. Kamu bisa mengendalikan Tallboy — pemanah raksasa berkaki panggung — dan berjalan santai menjauh dari kerumunan penjaga yang bingung.

Puncak di Babak Awal, Tapi Tetap Layak

Kelemahan Dishonored: level-level paling membebaskan ada di paruh pertama cerita 13 jam. Beberapa misi akhir terlalu padat penjaga atau terlalu didorong plot. Satu level di jembatan bahkan punya pembatas tak kasatmata jika kamu mencoba berenang memutar.

Tapi game ini tidak pernah kehilangan pesona visualnya. Misi pesta topeng di istana mewah — tempat para bangsawan memakai topeng mengerikan yang seolah mengeksternalisasi ketidakpedulian mereka terhadap wabah — adalah puncak estetika.

Versi PC: Surga Opsi yang Jarang Ada

Khusus untuk pemain PC: Dishonored menawarkan opsi grafis yang melimpah, termasuk "Disable rat shadows". Bahkan UI bisa dimatikan sebagian besar — memaksamu mendengarkan suara mana pulih, membaca papan nama jalan, dan melihat posisi senjata untuk tahu apakah kamu sedang menyelinap.

Ini adalah game orisinal di tengah banjir sekuel dan remake. Tidak ada boss fight yang tidak bisa dilewati. Sebuah bukti bahwa pengembang dan penerbit yang memberi waktu dan uang bisa menghasilkan sesuatu yang licin dan membebaskan.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: pcgamer.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top