KALIMANTAN TIMUR — Pemerintah memproyeksikan ajang balap motor kelas dunia tahun depan tak hanya menjadi tontonan, tetapi juga penggerak sektor pariwisata dan industri kreatif di Nusa Tenggara Barat. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyebut event ini sebagai instrumen strategis yang dampaknya terasa langsung bagi masyarakat.
“Ini bukan hanya event olahraga biasa, tetapi instrumen strategis untuk menggerakkan ekonomi,” ujarnya dalam talk show peluncuran di Jakarta, Kamis (18/6).
Dari data yang dihimpun, lonjakan kunjungan wisatawan selama MotoGP Mandalika 2025 mendorong pergerakan sektor transportasi, akomodasi, dan perdagangan. Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri menyebut lebih dari 600 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dilibatkan dalam kegiatan pendukung.
“Dampaknya luas bagi masyarakat daerah, tidak hanya di sekitar sirkuit,” kata Indah.
Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Moreno Soeprapto menambahkan, antusiasme komunitas otomotif nasional terus meningkat setiap tahun. Menurutnya, MotoGP juga menjadi wadah untuk mendorong perkembangan industri otomotif serta melahirkan talenta balap muda Indonesia.
Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Bappenas, Vivi Yulaswati, menegaskan sport tourism telah berkembang menjadi sektor bernilai tambah tinggi. Selain dampak ekonomi langsung, ajang ini menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekosistem pariwisata berkelanjutan di KEK Mandalika.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir sebelumnya menyatakan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi kunci sukses penyelenggaraan. Sport tourism, menurutnya, memiliki potensi besar mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Memasuki tahun kelima sejak pertama kali digelar pada 2022, konsistensi Indonesia sebagai tuan rumah mencerminkan kepercayaan internasional. Susiwijono menutup dengan optimisme: “Di tengah raungan mesin MotoGP, kita harapkan mesin ekonomi Indonesia juga ikut bergerak lebih kencang.”