BALIKPAPAN — Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan mempercepat transformasi digital layanan rumah singgah melalui pengembangan Sistem Informasi Layanan Rumah Singgah (SILARAS). Sistem ini dirancang untuk memperkuat pendataan klien, pemantauan layanan, dan pelaporan kegiatan secara terintegrasi.
Melalui SILARAS, setiap klien yang masuk ke rumah singgah akan langsung tercatat dalam sistem. Data yang terekam meliputi riwayat layanan, kondisi terkini, hingga tindak lanjut yang diperlukan. Pendekatan berbasis data ini diharapkan memudahkan pengambilan keputusan, baik dalam penanganan kasus individu maupun penyusunan kebijakan sosial ke depan.
"SILARAS disiapkan sebagai fondasi baru dalam pengelolaan rumah singgah, terutama untuk memperkuat pendataan klien, pemantauan layanan, dan pelaporan kegiatan secara lebih cepat dan terintegrasi," kata Kepala Dinsos Balikpapan Arfiansyah, Selasa (28/7).
Arfiansyah menegaskan bahwa percepatan digitalisasi di sektor pelayanan sosial sudah menjadi kebutuhan mendesak. Rumah singgah menangani kelompok rentan yang memerlukan pendampingan intensif, sehingga akurasi data dan kecepatan respons menjadi krusial.
“Transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan. Kami ingin memastikan seluruh pelayanan rumah singgah menjadi lebih cepat, tepat, transparan, dan akuntabel sehingga masyarakat memperoleh layanan yang berkualitas,” tegasnya.
Pengembangan SILARAS juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pelayanan sosial yang lebih modern dan responsif. Dengan sistem yang terintegrasi, rumah singgah di Balikpapan diharapkan mampu memberikan pendampingan yang lebih terukur dan efektif.
“Ke depan kami ingin seluruh layanan sosial berbasis data. Dengan begitu, setiap kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pelayanan menjadi semakin profesional,” tambah Arfiansyah.
Dinsos menargetkan rumah singgah tidak hanya menjadi tempat perlindungan sementara, tetapi juga ruang pemulihan yang menghadirkan pelayanan sosial lebih bermartabat. Percepatan digitalisasi ini menjadi langkah awal menuju standar pelayanan sosial yang selaras dengan kebutuhan warga Balikpapan.