Pencarian

Dinsos Balikpapan Luncurkan Sistem Digital SILARAS untuk Kelola Rumah Singgah, Data Klien Real-Time

Selasa, 28 Juli 2026 • 19:21:03 WIB
Dinsos Balikpapan Luncurkan Sistem Digital SILARAS untuk Kelola Rumah Singgah, Data Klien Real-Time
Kepala Dinsos Balikpapan Arfiansyah menunjukkan sistem digital SILARAS di kantornya, Selasa (28/7).

BALIKPAPAN — Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan mempercepat transformasi digital layanan rumah singgah melalui pengembangan Sistem Informasi Layanan Rumah Singgah (SILARAS). Sistem ini dirancang untuk memperkuat pendataan klien, pemantauan layanan, dan pelaporan kegiatan secara terintegrasi.

Data Klien Tercatat Otomatis, Pemantauan Bisa Real-Time

Melalui SILARAS, setiap klien yang masuk ke rumah singgah akan langsung tercatat dalam sistem. Data yang terekam meliputi riwayat layanan, kondisi terkini, hingga tindak lanjut yang diperlukan. Pendekatan berbasis data ini diharapkan memudahkan pengambilan keputusan, baik dalam penanganan kasus individu maupun penyusunan kebijakan sosial ke depan.

"SILARAS disiapkan sebagai fondasi baru dalam pengelolaan rumah singgah, terutama untuk memperkuat pendataan klien, pemantauan layanan, dan pelaporan kegiatan secara lebih cepat dan terintegrasi," kata Kepala Dinsos Balikpapan Arfiansyah, Selasa (28/7).

Transformasi Digital Bukan Lagi Pilihan, tapi Kebutuhan

Arfiansyah menegaskan bahwa percepatan digitalisasi di sektor pelayanan sosial sudah menjadi kebutuhan mendesak. Rumah singgah menangani kelompok rentan yang memerlukan pendampingan intensif, sehingga akurasi data dan kecepatan respons menjadi krusial.

“Transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan. Kami ingin memastikan seluruh pelayanan rumah singgah menjadi lebih cepat, tepat, transparan, dan akuntabel sehingga masyarakat memperoleh layanan yang berkualitas,” tegasnya.

Target: Rumah Singgah Jadi Ruang Pemulihan yang Bermartabat

Pengembangan SILARAS juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pelayanan sosial yang lebih modern dan responsif. Dengan sistem yang terintegrasi, rumah singgah di Balikpapan diharapkan mampu memberikan pendampingan yang lebih terukur dan efektif.

“Ke depan kami ingin seluruh layanan sosial berbasis data. Dengan begitu, setiap kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pelayanan menjadi semakin profesional,” tambah Arfiansyah.

Dinsos menargetkan rumah singgah tidak hanya menjadi tempat perlindungan sementara, tetapi juga ruang pemulihan yang menghadirkan pelayanan sosial lebih bermartabat. Percepatan digitalisasi ini menjadi langkah awal menuju standar pelayanan sosial yang selaras dengan kebutuhan warga Balikpapan.

Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks