KALIMANTAN TIMUR — Hyundai N kembali membuktikan diri sebagai divisi performa yang serius. Setelah Ioniq 5 N sukses besar dan dinobatkan sebagai EV of the Year 2024 oleh Car and Driver, kini giliran Ioniq 6 N yang mengambil formula yang sama—tapi dibungkus dalam bodi sedan yang lebih ramping dan aerodinamis. Kami sudah menguji mobil ini di lintasan di Korea, dan kesan awalnya langsung terasa: ini bukan mobil listrik biasa yang cuma cepat di atas kertas.
Jantung pacu Ioniq 6 N identik dengan saudaranya, Ioniq 5 N. Dual motor all-wheel-drive menghasilkan 601 hp secara standar, dan bisa naik ke 641 hp selama 10 detik via fitur N Grin Boost. Torsi puncak mencapai 568 lb-ft. Hasilnya? Hyundai mengklaim 0-60 mph dalam 3,2 detik, tapi berdasarkan data pengujian Ioniq 5 N yang mencapai 3,0 detik, kami yakin Ioniq 6 N justru bisa lebih cepat—mungkin 2,9 detik—berkat bodi yang lebih aerodinamis.
Salah satu trik paling menghibur dari Ioniq 5 N hadir juga di sini: simulasi perpindahan gigi. Tarik paddle kiri-kanan, dan mobil akan "menaikkan" atau "menurunkan" gigi palsu, lengkap dengan hentakan tenaga dan suara mesin sintetis. Di atas kertas ini gimmick, tapi saat dipakai di sirkuit, efeknya bikin pengalaman mengemudi terasa lebih organik—terutama bagi pengemudi yang terbiasa dengan mobil konvensional.
Ini titik lemah paling jelas. Dengan baterai 84 kWh yang sama, Ioniq 6 N diperkirakan hanya mampu menempuh 257 mil (sekitar 413 km) dalam sekali pengisian. Angka ini jauh di bawah varian standar Ioniq 6 yang bisa mencapai 300+ mil. Konsumsi energi diperkirakan sekitar 80 MPGe gabungan. Artinya, kalau dipakai harian di Indonesia dengan gaya gas-rem agresif, jangan heran kalau jarak tempuh riil turun ke kisaran 300-350 km.
Bobot 4.650 pon (2.109 kg) memang berat, tapi Hyundai N punya rahasia: suspensi yang dirombak total, wheelbase 116,7 inci, dan lebar bodi 76,4 inci yang lebih lebar dari Ioniq 6 standar. Hasilnya, body roll sangat minimal. Di tikungan S cepat, mobil ini terasa planted dan prediktabel—mirip mobil sport berpenggerak AWD. Mode berkendara bisa dikustomisasi lebih banyak dari Ioniq 5 N, termasuk pengaturan motor, suspensi, kemudi, dan suara secara independen.
Di dalam, perubahan N terlihat jelas: jok sport dengan material faux-suede, setir N dengan tombol mode cepat, dan cluster digital yang bisa menampilkan data performa (G-force, suhu motor, power distribution). Bagian belakang tetap lega—sama seperti Ioniq 6 biasa. Sayangnya, untuk spesifikasi U.S. dan kemungkinan varian Indonesia, Hyundai belum merinci fitur apa saja yang akan dibawa.
Hyundai Ioniq 6 N adalah mobil yang jujur: ia tidak mencoba menjadi EV serba bisa. Ia memilih fokus pada performa—dan berhasil. Kalau Anda mencari sedan listrik yang bisa diajak ngebut di sirkuit akhir pekan dan tetap nyaman dipakai harian, ini pilihan menarik. Tapi kalau prioritas Anda adalah jarak tempuh maksimal atau efisiensi biaya operasional, Ioniq 6 standar atau varian Long Range jelas lebih masuk akal. Dengan harga yang diperkirakan setara Tesla Model 3 Performance, Ioniq 6 N menawarkan karakter yang lebih liar dan personal—hanya saja, siap-siap lebih sering mampir ke SPKLU.