PHKT Bekali 100 Siswa SMK di Penajam Paser Utara dengan Wawasan Industri Migas dan Etos Kerja

Penulis: Ridho Pratama  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 23:38:01 WIB
siswa SMK Negeri 2 Penajam Paser Utara mengikuti program Guru Tamu dari PHKT dan SKK Migas.

PENAJAM PASER UTARA — PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) kembali menggelar program Guru Tamu bertajuk "Mengenal Industri Hulu Migas & Persiapan Dunia Kerja" di Aula SMK Negeri 2 Penajam Paser Utara. Kegiatan ini diikuti 100 siswa dan didampingi 20 guru, dengan menghadirkan enam narasumber dari internal perusahaan dan SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul).

Head of Communication Relations & CID PHKT Elis Fauziyah menegaskan bahwa industri energi tidak hanya membutuhkan tenaga kerja dengan kemampuan teknis mumpuni. Karakter yang kuat dan kepedulian terhadap aspek keselamatan menjadi nilai tambah yang tak kalah penting.

"Industri energi membutuhkan generasi penerus yang memiliki kompetensi, karakter, dan kepedulian terhadap keselamatan," ujar Elis.

Sembilan Kompetensi Keahlian yang Terlibat

Para peserta yang terlibat berasal dari beragam latar belakang keahlian, mulai dari bidang teknologi hingga jasa. Kesembilan program keahlian tersebut adalah Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), Teknik Pengelasan dan Fabrikasi Logam (LAFALO), Teknik Pemanasan, Pendingin dan Tata Udara (TPTU), Kuliner, Perhotelan, Desain Komunikasi Visual (DKV), Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB), Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), serta Teknik Elektronika.

Materi yang disampaikan tidak hanya berfokus pada proses bisnis hulu migas. Para siswa juga dibekali pemahaman tentang rantai bisnis dari hulu ke hilir, budaya kerja profesional, hingga pemanfaatan teknologi informasi dalam operasi perusahaan.

Peran SKK Migas dalam Pengelolaan Sektor Hulu

Sesi awal diisi Mutiara Dinanti dari Departemen Formalitas & Komunikasi SKK Migas Kalsul. Ia memperkenalkan mekanisme pengelolaan kegiatan usaha hulu migas serta kontribusinya terhadap pembangunan nasional. Hal ini memberikan perspektif regulasi yang selama ini jarang diketahui siswa.

Aspek keselamatan kerja menjadi porsi penting dalam pembekalan ini. Budaya Health, Safety, Security & Environment (HSSE) diperkenalkan sebagai prinsip yang harus melekat dalam setiap aktivitas di industri hulu migas. Pengetahuan ini diharapkan membentuk perilaku kerja yang aman sejak dini, sebelum para siswa terjun ke Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Apresiasi Sekolah dan Kesan Peserta

Kepala SMK Negeri 2 Penajam Paser Utara Asfianty Abbas Hasan Yunus mengapresiasi kolaborasi ini. Menurutnya, kehadiran praktisi industri memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena siswa mendapat informasi langsung mengenai dinamika dunia kerja.

Salah satu peserta, Dzata Bahjah, siswi kelas XI Program Keahlian MPLB sekaligus Wakil Ketua OSIS, mengaku memperoleh wawasan baru. Ia menilai materi yang diberikan relevan dan memberikan gambaran nyata mengenai dunia profesional, khususnya industri hulu migas.

"Pengetahuan ini bisa menjadi bekal untuk mempersiapkan diri menghadapi Praktik Kerja Lapangan maupun memasuki dunia kerja," kata Dzata.

Menjembatani Dunia Pendidikan dan Industri

Program Guru Tamu ini merupakan wujud nyata upaya PHKT memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri. Bagi sekolah, kolaborasi semacam ini membantu menyiapkan lulusan yang memahami kebutuhan pasar kerja. Sementara bagi perusahaan, keterlibatan dalam pendidikan menjadi investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di daerah.

Reporter: Ridho Pratama
Sumber: gerbangkaltim.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top