BONTANG — Gelombang antrean kendaraan roda empat terpantau di empat titik SPBU pada Sabtu (1/8/2026), yakni di Jalan KS Tubun, Jalan Jenderal Soedirman Tanjung Laut, Kilometer 6, dan SPBU Akawy. Kemacetan yang ditimbulkan tidak hanya menyita waktu pengendara, tetapi juga menutup sebagian ruas jalan utama dan menghalangi akses ke sejumlah pertokoan di sekitarnya.
Di SPBU Jalan KS Tubun, belasan mobil pribadi sudah terparkir sebelum jam operasional dimulai. Padahal, pengelola telah memasang spanduk larangan mengantre di luar jam layanan dengan ancaman tidak dilayani. Hal serupa terjadi di SPBU Tanjung Laut, di mana antrean truk dan mobil pribadi bercampur hingga memakan setengah badan jalan.
Rahmat, seorang pelaku usaha di Jalan Jenderal Soedirman, mengungkapkan aktivitas tokonya terganggu selama sepekan terakhir. Kendaraan yang memarkirkan badan kendaraannya memanjang membuat calon pelanggan enggan mendatangi lokasi usahanya lantaran khawatir tidak mendapatkan tempat parkir.
"Pasti berdampak, Mas. Orang mau datang malah mikir tidak ada parkiran," ucap Rahmat kepada Klik Kaltim, Sabtu (1/8/2026).
Kepadatan akibat antrean ini tidak hanya melanda kawasan Tanjung Laut. Di SPBU Kilometer 6, barisan kendaraan terpantau mengular hingga mendekati simpang tiga Rumah Sakit Yabis. Sementara di SPBU Akawy, antrean memanjang hingga ke depan Mapolres Bontang.
Kondisi ini dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan lain, mengingat ruas tersebut merupakan jalur lintasan truk dan kendaraan berat. Jika tidak segera ditangani, potensi kecelakaan lalu lintas dan keluhan warga dipastikan akan terus bertambah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pertamina belum memberikan respons resmi terkait lonjakan antrean BBM subsidi di wilayah Bontang.