KALIMANTAN TIMUR — Aplikasi Sunbird kembali bisa diunduh pengguna Android melalui Google Play Store. Kabar ini menandai kembalinya layanan interoperabilitas iMessage yang sempat hilang sejak 2023 akibat insiden kebocoran data besar-besaran. Pengguna kini dapat berlangganan dengan tarif USD 3 per bulan (sekitar Rp 50 ribu) atau USD 24 per tahun (sekitar Rp 396 ribu), dengan masa uji coba gratis 14 hari.
Fungsi utama Sunbird adalah menjembatani komunikasi antara pengguna Android dan iPhone. Sistemnya bekerja dengan menghubungkan perangkat Android ke server jarak jauh yang terdaftar menggunakan Apple ID. Jaringan Apple kemudian mengautentikasi ID tersebut sebagai perangkat keras resmi, sehingga pesan yang dikirim pengguna Android akan tampil dengan bubble biru di layar penerima iPhone.
Bagi sebagian pengguna, perbedaan warna bubble ini bukan sekadar estetika. Sunbird mengutip survei yang menyebut 30 persen pengguna Android sempat mempertimbangkan pindah ke iPhone karena tekanan sosial dan ejekan. Survei yang sama juga mengklaim hampir seperempat pengguna iPhone menolak berkencan dengan pengguna Android.
Ke depan, pengembang berencana menambahkan integrasi WhatsApp dan Facebook Messenger. Fitur ini diharapkan memudahkan pengguna mengelola berbagai layanan perpesanan dalam satu aplikasi.
Sunbird turut menyematkan sejumlah fitur berbasis kecerdasan buatan. Ada fitur bernama Catch Me Up yang merangkum isi percakapan pesan, serta agen AI yang bisa mengeksekusi perintah sederhana seperti menyusun draf balasan atau memindahkan chat. Perusahaan menegaskan seluruh fitur AI dirancang dengan prinsip privasi pengguna sebagai prioritas utama.
Perlu dicatat, Sunbird bukan aplikasi tanpa catatan buruk. Pada 2023, layanan ini ditarik dari Play Store setelah publikasi 9to5Google berhasil mengeksploitasi kerentanan pada sistem enkripsi dan mengakses lebih dari 630 ribu file berisi pesan pribadi pengguna. Temuan ini memicu kekhawatiran serius mengenai keamanan data di platform tersebut.
Kehadiran kembali Sunbird terjadi di tengah perubahan lanskap perpesanan seluler. Apple telah mengadopsi protokol RCS (Rich Communications Services) sejak 2024, yang memungkinkan indikator mengetik, tanda terima baca, dan media resolusi tinggi tampil saat pengguna iPhone dan Android saling berkirim pesan. Namun, satu hal yang belum berubah: bubble chat dari pengguna Android tetap berwarna hijau di layar iPhone.
Bagi pengguna yang sangat menginginkan bubble biru, Sunbird menjadi solusi. Namun perlu dipahami, layanan ini tetap mengandalkan koneksi ke server eksternal, sehingga pengguna yang peduli privasi sebaiknya mempertimbangkan risiko sebelum memutuskan berlangganan.