KALIMANTAN TIMUR - Selain Balikpapan dan Samarinda, Kalimantan Timur menyimpan banyak titik wisata yang belum banyak terekspos meski daya tariknya tidak kalah.
Hutan hujan tropis, sungai, danau, perbukitan, air terjun, hingga kampung budaya tersebar di berbagai kabupaten dan kota di provinsi ini, sebagian bahkan berada jauh dari pusat keramaian.
Sebutan "tersembunyi" bukan berarti sama sekali tak dikenal — sejumlah lokasi sudah jadi wisata lokal, hanya saja belum sepopuler kawasan Ibu Kota Nusantara maupun destinasi bahari Berau.
1. Air Terjun Batu Dinding (Mahakam Ulu) — berada di kawasan pedalaman yang didominasi sungai dan hutan, cocok bagi yang mengutamakan petualangan ketimbang fasilitas modern. Trekking dan fotografi lanskap jadi aktivitas utama; perjalanan perlu persiapan matang dan menghormati aturan warga setempat.
2. Sungai Mahakam Hulu — bagian hulu sungai terpanjang di Kaltim ini berpadu dengan hutan dan permukiman, memungkinkan wisata susur sungai memakai perahu sambil mengamati kehidupan warga dan burung liar.
3. Desa Budaya Pampang (Samarinda Utara) — permukiman Dayak Kenyah yang menyuguhkan seni pertunjukan, rumah panjang atau lamin adat, dan kerajinan tangan. Jejaring Desa Wisata mencatat tren kunjungan dan UMKM yang terus naik di kawasan ini.
4. Pulau Kumala (Tenggarong) — berada di tengah Sungai Mahakam, Kutai Kartanegara, jadi bagian dari perjalanan yang memadukan wisata sungai dengan sejarah Kesultanan Kutai.
5. Hutan Mangrove Muara Badak — kawasan pesisir Kutai Kartanegara ini punya ekosistem mangrove yang jadi habitat berbagai organisme sekaligus pelindung pantai; cocok untuk susur jalur mangrove dan pengamatan burung.
6. Danau Semayang (Kutai Kartanegara) — danau luas di Kecamatan Kenohan yang tercatat sebagai atraksi wisata alam dan tirta lengkap dengan aktivitas perahu serta pemandangan matahari terbenam.
7. Bukit Bangkirai — hutan hujan tropis seluas sekitar 1.500 hektare di Samboja Barat dengan jembatan tajuk yang menghubungkan puncak pepohonan, favorit untuk trekking dan mengamati vegetasi hutan tropis dari ketinggian.
8. Desa Pela — desa wisata di anak Sungai Mahakam yang ditetapkan sejak 2018, dihuni mayoritas nelayan yang mengembangkan ekowisata bersama warga.
9. Hutan Lindung Wehea (Kutai Timur) — masuk daftar kawasan wisata alam provinsi karena keanekaragaman hayatinya; trekking bersama pemandu lokal jadi cara paling bertanggung jawab menikmatinya.
10. Kawasan Sungai dan Danau Pedalaman Kukar — sejumlah danau, sungai, dan rawa di pedalaman Kutai Kartanegara masih jadi alternatif wisata sunyi yang belum ramai dikunjungi.
Periksa akses jalan sebelum berangkat karena rute pedalaman rawan berubah akibat cuaca, bawa kebutuhan dasar seperti air minum dan obat pribadi, unduh peta offline untuk area minim sinyal, serta gunakan jasa pemandu lokal untuk keamanan sekaligus mendukung ekonomi warga.
Jangan lupa terapkan prinsip tidak meninggalkan sampah dan hormati kebiasaan masyarakat adat selama berkunjung.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menjadikan pariwisata berkelanjutan dan inklusif sebagai arah strategis, dengan Desa Pela sebagai contoh keterlibatan masyarakat dalam ekowisata, serta Bukit Bangkirai dan Wehea yang membuktikan hutan bernilai lebih dari sekadar latar foto.
Pencinta hutan bisa memilih Bukit Bangkirai atau Wehea, pencinta sungai cocok menjelajah Mahakam dan Desa Pela, sementara Danau Semayang dan Pampang masing-masing menawarkan panorama tirta dan pengalaman budaya Dayak Kenyah.