PENAJAM PASER UTARA — Rekor baru penanaman pohon di taman kota diukir di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Sabtu pagi. Sebanyak 2.308 peserta yang terdaftar resmi menanam lebih dari 2.000 bibit pohon di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Sanggai, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Jumlah tersebut melampaui target awal 1.780 bibit dan mencatatkan namanya dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri).
Massa penanam menyebar hampir satu kilometer di kedua sisi sungai. Mereka turun ke lereng bantaran untuk menanam pada lubang-lubang yang telah disediakan, dengan peserta yang hadir di lapangan diperkirakan melebihi angka resmi yang terdaftar.
Berbagai jenis tanaman keras ditanam dalam aksi hijau ini. Mulai dari pohon ulin (Eusideroxylon zwageri), meranti (Shorea sp), hingga bangkirai (Shorea laevis). Selain itu, ikut ditanam pohon buah-buahan seperti durian (Durio) dan lai, buah durian khas Kalimantan Timur yang berukuran lebih kecil dengan daging buah padat berwarna oranye.
Kepala OIKN Basuki Hadimuljono turun langsung menanam bibit pohon miliknya di area dekat jembatan menuju jalur jalan kaki di sekeliling kawasan Sungai Sanggai. Ia berharap tanaman keras tersebut dapat segera memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
"Mudah-mudahan dalam lima tahun sudah bisa berbuah dan kita nikmati bersama," ujar Basuki Hadimuljono.
Deputi Bidang Lingkungan Hidup OIKN Myrna Asnawati Safitri menyampaikan pesan agar rekor ini menjadi pemantik bagi daerah lain untuk melakukan aksi serupa. Ia mendorong kota-kota seperti Balikpapan, Samarinda, hingga Penajam untuk berlomba menanam lebih banyak pohon demi kelestarian alam.
"Rekor ini dibuat untuk dipecahkan. Mari setelah ini mungkin akan menanam terbanyak Balikpapan atau Samarinda atau Penajam. Mari kota-kota lain di Indonesia menanam lebih banyak pohon untuk menjaga kelestarian alam kita," kata Myrna Asnawati Safitri sebelum penanaman dimulai.
Aksi ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari pejabat dan staf OIKN, perwakilan Pemerintah Provinsi Kaltim, hingga pejabat daerah sekitar IKN seperti Balikpapan, Samarinda, Tenggarong, dan Penajam. Perwakilan kementerian/lembaga, perguruan tinggi, masyarakat, pelajar, serta personel TNI-Polri juga turut ambil bagian.
Direktur Transformasi Hijau OIKN Agus Gunawan memilih lubang tanam di bagian atas tebing sungai yang dekat dengan jalur jalan kaki. "Biar saya selalu bisa lihat pertumbuhan pohonnya," kata Agus yang juga bertanggung jawab atas pengadaan energi hijau seperti listrik tenaga surya di IKN.
Mengakhiri rangkaian acara, Myrna Safitri kembali membakar semangat para peserta untuk terus menjaga kelestarian lingkungan. "Mari berlomba-lomba dalam kebajikan, fastabiqul khairat," ucap dia.