Pemprov Kaltim Siapkan Strategi Transformasi Ekonomi 2045, Pangkas Ketergantungan ke Batu Bara yang Capai 34 Persen PDRB

Penulis: Sigit Wicaksono  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:02:31 WIB
Pemprov Kaltim menggelar diskusi Forum Konsultasi Daerah untuk percepatan transformasi ekonomi menuju 2045 di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda.

SAMARINDA — Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kaltim Wahyu Gatut Purboyo menegaskan transformasi ekonomi diperlukan untuk memperkuat sektor unggulan yang sudah ada sekaligus menyiapkan industri baru yang lebih berkelanjutan. Pernyataan itu disampaikannya saat membuka diskusi putaran 3 Forum Konsultasi Daerah untuk Percepatan Transformasi Ekonomi Kalimantan Timur di Kantor Gubernur Kaltim, Rabu.

Menurut Wahyu, jejak transformasi ekonomi di Kaltim sebenarnya sudah berlangsung lama. Pada era 1970-an, perekonomian daerah ditopang sektor kehutanan, kemudian bergeser ke komoditas batu bara pada awal 2000-an.

Kontribusi Sawit Mulai Tampak di Struktur Ekonomi

Kini, sektor lain seperti perkebunan kelapa sawit mulai menunjukkan kontribusi yang semakin besar terhadap struktur ekonomi daerah. Namun, sektor pertambangan masih menjadi tulang punggung utama.

“Pertambangan memang masih menjadi sektor utama, tetapi sumber daya itu tidak selamanya ada. Karena itu, kita harus menyiapkan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan berkeadilan,” tegas Wahyu dalam keterangannya di Samarinda.

Siapa Saja yang Terlibat dalam Perumusan Strategi Ini?

Diskusi yang dipandu oleh Ade Cahyat dari GIZ tersebut menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan strategis. Hadir antara lain Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, Kepala Direktorat Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah OJK Kaltim-Kaltara Misyar Borowisanto, serta Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Bayuadi Hardiyanto.

Perwakilan organisasi usaha dan profesi juga turut ambil bagian, seperti Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), dan Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI).

Mengapa Perlu Ada Ekonomi Pengganti Sejak Sekarang?

Ketergantungan pada komoditas yang sangat dipengaruhi harga dan permintaan global dinilai perlu diantisipasi melalui perencanaan yang matang. Arah transformasi ini tidak hanya berfokus pada pengembangan sektor eksisting, tetapi juga mendorong lahirnya sumber pertumbuhan ekonomi baru yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Forum lintas sektor ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menyusun arah pembangunan ekonomi Kaltim menuju 2045 yang lebih tangguh, inklusif, dan tidak bergantung pada sumber daya alam tidak terbarukan.

Reporter: Sigit Wicaksono
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top