BONTANG — BPBD Kota Bontang meminta masyarakat untuk tidak memaksakan diri beraktivitas di perairan dalam beberapa pekan ke depan. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang, Ismail Abdullah, menyebut cuaca ekstrem yang dipicu fenomena El Nino masih akan berlangsung hingga akhir tahun.
“Cuaca masih belum bersahabat, tunda dulu wisata ke laut atau mancing,” ujarnya, Kamis (20/8).
Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Dalam beberapa hari terakhir, sudah ada laporan kapal wisata yang karam dan tenggelam di perairan sekitar Bontang. Bahkan, seorang nelayan dilaporkan meninggal dunia setelah terseret ombak hingga wilayah Kutai Timur, sementara perahunya tenggelam.
Peristiwa-peristiwa tersebut menjadi alarm bagi BPBD untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat, terutama mereka yang menggantungkan hidup atau rekreasi di laut.
Ismail menegaskan bahwa gelombang tinggi dapat muncul secara tiba-tiba, tanpa peringatan yang jelas. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan jiwa bagi siapa pun yang berada di tengah laut.
“Kalau memang tetap harus pergi melakukan aktivitas di perairan, perlengkapan keselamatan wajib dipersiapkan,” tegasnya.
Ia menyoroti pentingnya alat keselamatan seperti pelampung atau life jacket. Menurutnya, perlengkapan tersebut bukan sekadar kelengkapan administrasi, melainkan penentu hidup dan mati saat cuaca memburuk di tengah laut.
BPBD menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini merupakan dampak dari El Nino yang masih aktif. Berdasarkan hasil rapat koordinasi tingkat provinsi yang dihadiri secara virtual, fenomena ini diperkirakan baru akan mereda pada akhir tahun.
Meski puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus hingga September, bukan berarti potensi gelombang tinggi otomatis hilang setelahnya. Justru di masa transisi inilah dinamika cuaca laut kerap tidak menentu.
BPBD Bontang mengimbau para nelayan tradisional dan pengelola jasa wisata bahari untuk aktif memantau informasi cuaca dari BMKG sebelum melaut. Keputusan untuk melaut sebaiknya tidak hanya berdasarkan kondisi langit di darat, tetapi juga prakiraan gelombang dan kecepatan angin yang dikeluarkan otoritas meteorologi.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Lebih baik menunda aktivitas daripada mempertaruhkan nyawa,” imbuh Ismail.
Pihaknya juga meminta warga pesisir untuk saling mengingatkan jika melihat tetangga atau kerabat yang hendak melaut dalam kondisi cuaca buruk.