Operasional penerbangan di Bandar Udara APT Pranoto, Samarinda, Kalimantan Timur, dipastikan tetap aman dan stabil di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Sepanjang 1-21 Agustus 2026, bandara tercatat melayani 40.336 penumpang dengan jarak pandang yang masih normal.
SAMARINDA — Dampak karhutla yang melanda Pulau Kalimantan sejauh ini belum mengganggu aktivitas penerbangan di Bandar Udara APT Pranoto. Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas I APT Pranoto, I Kadek Yuli Sastrawan, menegaskan bahwa layanan dan pergerakan penumpang harian masih berjalan stabil.
"Sejauh ini belum ada, dan semoga tidak ada dampak terhadap operasional penerbangan maupun jarak pandang di bandara," ujarnya di Samarinda, Sabtu.
Meski kondisi terpantau aman, otoritas bandara tidak tinggal diam. Sejumlah langkah antisipasi sudah disiapkan untuk menghadapi potensi memburuknya kualitas udara.
Di area terminal penumpang, telah terpasang pendingin udara dan alat penyaring udara. Fasilitas kesehatan berupa Balai Karantina Kesehatan juga disiagakan untuk mengantisipasi dampak asap bagi pengguna jasa.
"Jika nantinya memang terdampak asap, maka seluruh pengguna jasa akan diimbau untuk menggunakan masker," kata I Kadek Yuli Sastrawan.
Antisipasi dilakukan dengan berkoordinasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), AirNav, kepolisian, serta maskapai penerbangan. Langkah ini ditempuh agar setiap perubahan kondisi cuaca dapat direspons cepat.
Otoritas bandara juga menyampaikan imbauan tegas kepada masyarakat di sekitar bandara untuk tidak membakar sampah maupun lahan. Aktivitas tersebut dinilai berisiko mengganggu operasional dan keselamatan penerbangan.
Setiap tindakan pembakaran yang mengganggu operasional dapat dikenai sanksi pidana dan denda berat berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.
Data per 21 Agustus 2026 mencatat total 40.336 pengguna layanan penerbangan di Bandar Udara APT Pranoto. Rinciannya, 19.897 penumpang tiba di area kedatangan dan 20.439 penumpang berangkat meninggalkan Kota Samarinda.
Angka ini menunjukkan mobilitas warga melalui jalur udara masih berjalan normal. Pihak bandara memastikan akan terus memantau perkembangan situasi karhutla secara berkala.