KALIMANTAN TIMUR — Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Troy R. Warokka, mengonfirmasi langsung kepastian tersebut di Sade Sosial Space, kawasan The Mandalika, Sabtu (22/8) malam. Penegasan ini sekaligus menjawab spekulasi yang berkembang soal kemungkinan event dipindah ke Jakarta.
"Saya tegaskan rider spirit ajang MotoGP Mandalika tetap dilaksanakan di Mataram," ujar Troy di hadapan awak media.
Troy menjelaskan bahwa agenda rider spirit tahun ini memang terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama telah berlangsung di Jakarta dengan melibatkan dua pembalap Indonesia yang berlaga di MotoGP, yaitu Mario Aji dan Veda Pratama.
Sesi kedua yang digelar di Mataram nanti menjadi puncak acara. Sekitar 9 sampai 10 pembalap top MotoGP, termasuk pembalap lokal, dijadwalkan hadir. ITDC bahkan telah meminta Dorna selaku pemegang hak komersial untuk mengirimkan para pebalap yang berada di 10 besar klasemen.
Keputusan mempertahankan Mataram bukan tanpa alasan. Troy menyebut event ini merupakan kebanggaan masyarakat NTB yang ingin bertatap muka langsung dengan idola mereka. Faktor lain yang tak kalah penting adalah penilaian positif Dorna terhadap pelaksanaan edisi sebelumnya.
"Kota Mataram dipilih sebagai lokasi rider spirit juga karena menurut Dorna kegiatan rider spirit yang diselenggarakan di Kota Mataram sebelumnya itu luar biasa. Sehingga pelaksanaannya tidak ada perubahan. Baik untuk tempat maupun format pelaksanaannya," imbuh Chairman Indonesia MotoGP 2026 ini.
Alih-alih mengubah konsep, ITDC kini memusatkan perhatian pada aspek keamanan dan kenyamanan. Troy memastikan titik start dan finis kemungkinan besar tidak berubah dari edisi sebelumnya.
"Kami hanya fokus bagaimana mengatur agar event-nya bisa berlangsung aman serta nyaman bagi semua," tandasnya. Harapannya, masyarakat bisa menyaksikan aksi para pembalap top dunia dengan nyaman, dan para pebalap bisa berinteraksi dengan penggemar secara aman.