Kebakaran Lahan Gambut 3 Hektare di Tol Balikpapan-Samarinda Padam, Petugas Gabungan Masih Berjaga di KM 31

Penulis: Ridho Pratama  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 13:05:01 WIB
Petugas gabungan memadamkan kebakaran lahan gambut seluas tiga hektare di KM 31 Tol Balikpapan–Samarinda, Samboja Barat, Kutai Kartanegara, Sabtu (22/8) malam.

Kebakaran lahan gambut seluas tiga hektare di KM 31 Tol Balikpapan–Samarinda, Samboja Barat, Kutai Kartanegara, berhasil dipadamkan petugas gabungan pada Sabtu (22/8) malam. Titik api pertama kali terlihat sekitar pukul 19.30 WITA dan dinyatakan padam sepenuhnya tiga jam kemudian. Polsek Samboja memastikan personel tetap bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi munculnya bara baru di area dekat jalan tol tersebut.

SAMBOJA — Insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tol Balikpapan–Samarinda akhirnya terkendali setelah tim gabungan dari berbagai instansi dikerahkan ke lokasi. Area gambut seluas tiga hektare di KM 31, Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, menjadi titik api yang mendapat penanganan prioritas karena berdekatan langsung dengan ruas jalan tol.

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid menyebut koordinasi antarinstansi menjadi kunci utama dalam operasi pemadaman yang berlangsung Sabtu (22/8) malam tersebut. Begitu laporan diterima dari Patroli Jasa Marga, personel langsung dikerahkan ke titik lokasi.

"Begitu menerima informasi, personel langsung kami turunkan dan berkoordinasi dengan unsur lain untuk bertindak bersama. Setelah api berhasil dikendalikan, kami tetap memantau untuk memastikan kondisi benar-benar aman," ujarnya di Samboja, Minggu.

Lokasi Rawan: Kepulan Asap Mengancam Pengguna Jalan Tol

Penanganan kebakaran ini mendapat perhatian serius karena lokasinya yang hanya beberapa meter dari badan jalan tol. Kepulan asap tebal berpotensi mengganggu visibilitas pengendara yang melintas, sehingga tim gabungan bergerak cepat untuk mencegah risiko kecelakaan.

Berdasarkan kronologi di lapangan, titik api pertama terdeteksi di STA 31.400, RT 005 Kelurahan Sungai Merdeka sekitar pukul 19.30 WITA. Laporan dari petugas patroli jalan tol itu langsung diteruskan ke Polsek Samboja, yang kemudian mengoordinasikan unsur terkait untuk turun ke lokasi.

Medan Berat: Bara di Dalam Tanah Gambut Menyulitkan Pemadaman

Tim gabungan tiba di lokasi sekitar pukul 20.30 WITA dan langsung menghadapi tantangan berupa lahan gambut lembap yang dipenuhi semak belukar tebal. Karakteristik tanah gambut yang menyimpan bara di dalam lapisan tanah membuat proses pemadaman tidak cukup hanya dengan memadamkan api di permukaan.

Petugas melakukan pendinginan atau cooling down secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara yang masih tersisa di dalam tanah. Proses ini memakan waktu hingga api akhirnya dinyatakan padam sepenuhnya pada pukul 22.30 WITA.

Instansi yang Terlibat dalam Operasi Pemadaman

Operasi pemadaman melibatkan unsur gabungan dari Polsek Samboja, Koramil Samboja, Dinas Pemadam Kebakaran Samboja, Manggala Agni Regu Samboja, PT Jasa Marga, Palang Merah Indonesia (PMI), perangkat Kelurahan Sungai Merdeka, serta personel Kompi Kavaleri Samboja Barat dari Yonkav 13/Siwah Lembuswana.

Penyebab Masih Diselidiki, Kemarau Jadi Dugaan Awal

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Namun, dugaan sementara mengarah pada kondisi kemarau panjang dan cuaca ekstrem yang membuat vegetasi lahan sangat kering dan mudah terbakar.

Meski api telah padam, sejumlah personel tetap bersiaga di lokasi untuk melakukan pemantauan berkala. Polsek Samboja mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu karhutla, seperti membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar, serta meningkatkan kewaspadaan di kawasan rawan kebakaran.

Reporter: Ridho Pratama
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top