BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Berau, Titik Panas Tertinggi di Kaltim Jadi Prioritas

Penulis: Taufik Rahman  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 18:40:31 WIB
BMKG menyemai awan di langit Kabupaten Berau untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan.

BERAU — BMKG mulai menyemai awan di langit Kabupaten Berau sebagai upaya menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Operasi ini merupakan respons atas permintaan langsung Bupati Berau kepada Kepala BNPB dan Kepala BMKG, menyusul kondisi cuaca yang kian kering dalam beberapa pekan terakhir.

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo mengatakan penyemaian awan di Berau menjadi prioritas karena hasil pemantauan menunjukkan jumlah titik panas di wilayah itu paling tinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di Kalimantan Timur.

Bukan Menciptakan Hujan, tapi Mengoptimalkan Awan

Budi menegaskan teknologi OMC tidak bekerja dengan menciptakan hujan dari langit yang cerah. Proses ini hanya mempercepat dan memperluas jatuhnya hujan dari awan yang memang sudah memiliki potensi kandungan air.

"Modifikasi cuaca ini bukan membuat hujan. Tapi kita cuma mengoptimalkan potensi awan yang tersedia," ujar Budi saat ditemui di Samarinda, Senin (24/8/2026).

Penyemaian awan baru bisa dilakukan jika kondisi atmosfer mendukung, terutama saat kelembapan dan ketinggian awan mencukupi. Jika syarat itu terpenuhi, proses hujan bisa dipercepat dan areanya diperluas hingga ke wilayah rawan karhutla.

El Nino Lebih Kuat dari 2015, Kekeringan Diprediksi Berlanjut

Langkah ini dinilai krusial karena Agustus merupakan puncak musim kemarau untuk wilayah Kalimantan. Situasi diperparah dengan fenomena El Nino yang saat ini berlangsung sangat kuat, dengan indeks mencapai 2,9.

Budi menyebut kekuatan El Nino tahun ini bahkan melampaui periode 2015 silam yang memicu karhutla parah di sejumlah wilayah Indonesia. Fenomena ini diprediksi masih berlangsung hingga awal 2027, namun dampak kekeringan diperkirakan mulai mereda saat Kaltim memasuki masa transisi menuju musim hujan pada Oktober-November.

OMC di Berau Operasi Kedua, IKN Kebagian Hujan

Operasi di Berau merupakan yang kedua di Kaltim. Sebelumnya, BMKG lebih dulu melakukan OMC untuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) sejak 22 Agustus 2026, salah satunya untuk mengatasi defisit air di Waduk Sepaku.

"Ini sudah kita lakukan sejak tanggal 22 Agustus kemarin dan alhamdulillah dua hari kemarin sampai dengan pagi ini tadi juga sudah mulai menghasilkan hujan di wilayah IKN dan sekitarnya," jelas Budi.

Potensi Perluasan ke Daerah Lain

BMKG tidak menutup kemungkinan memperluas operasi serupa ke kabupaten/kota lain di Kaltim. Hal ini bergantung pada perkembangan titik panas dan kebutuhan masing-masing daerah.

"Nanti kalau memang daerah-daerah lain juga separah Berau, ada kemungkinan nanti akan kita perluas," katanya.

Kepala Pusat Standardisasi Instrumen Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika BMKG Rahmat Triyono menyatakan koordinasi dengan Pemprov Kaltim terus dilakukan untuk memastikan langkah mitigasi berjalan efektif di tengah kondisi iklim yang ekstrem tahun ini.

Reporter: Taufik Rahman
Sumber: kaltimkita.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top