KALIMANTAN TIMUR — Beelink EQi bukan mini PC biasa untuk sekadar mengetik dokumen. Dalam pengujian yang dilakukan tim ahli, perangkat ini mendapatkan rating 4,5 dari 5 bintang dan dinilai sebagai salah satu mesin kecil paling mumpuni untuk produktivitas kantor tahun ini. Keunggulan utamanya terletak pada kombinasi jaringan dan konektivitas yang jarang ditemukan di kelas harga di bawah USD 500.
Mesin ini ditenagai prosesor Intel Wildcat Lake Core 3 304 dengan lima inti dan lima thread, yang mampu berjalan hingga kecepatan 4.3GHz. Prosesor ini ditemani RAM LPDDR5 16GB dan penyimpanan internal UFS 3.1 sebesar 512GB.
Daya tarik utama EQi ada pada port Ethernet gandanya. Kehadiran port 10GbE dan 2.5GbE membuat perangkat ini sangat cocok untuk pengguna dengan NAS berkecepatan tinggi, kebutuhan transfer file besar, atau pekerja kantoran dengan beban jaringan berat.
Untuk tampilan, Thunderbolt 4 dan HDMI memungkinkan koneksi tiga monitor 4K secara bersamaan di refresh rate 60Hz. Fitur bisnis seperti Wake-on-LAN, PXE Boot, dan automatic power-on juga tersedia, memudahkan pengelolaan perangkat dari jarak jauh oleh tim IT.
Dalam pengujian langsung, reviewer Alastair dari TechRadar menyatakan mesin ini terasa sangat responsif saat membuka aplikasi perkantoran seperti Microsoft Office dan Lightroom. "Kekuatan mesin ini ada di pekerjaan kantor sehari-hari, di mana ia unggul," ujarnya dalam ulasan yang dirilis bersamaan dengan penurunan harga ini.
Namun, ada kompromi yang perlu diperhatikan. Media penyimpanan UFS 3.1 yang dibawa bawaan pabrik terasa lebih lambat dibandingkan SSD NVMe PCIe 4.0 yang umum ditemukan di kelas harga ini. Kabar baiknya, dua slot M.2 PCIe 4.0 di dalamnya memberikan jalur upgrade yang mudah.
Batasan lebih besar justru ada pada RAM 16GB yang tersolder. Pengguna tidak bisa menambah kapasitas memori di kemudian hari, jadi pastikan kapasitas tersebut cukup untuk kebutuhan jangka panjang sebelum membeli.
Harga normal Beelink EQi adalah USD 549 (sekitar Rp 9 juta). Dengan diskon saat ini, banderolnya turun ke USD 469 (sekitar Rp 7,7 juta). Perlu dicatat, harga ini pernah menyentuh titik terendah USD 330 tahun lalu, namun komponen yang lebih mahal membuat harga mini PC naik cukup signifikan sepanjang 2026.
Jika membutuhkan performa grafis lebih besar, ada beberapa alternatif di rentang harga serupa. Beelink A6 misalnya, dijual USD 549 dan menawarkan prosesor Ryzen 7 6800H dengan grafis Radeon 680M yang lebih tangguh untuk gaming ringan. Sementara GMKtec M5 Ultra dengan Ryzen 7 7730U dibanderol USD 449 dan mendukung output tiga layar 8K.
Beelink EQi adalah pilihan tepat bagi profesional yang membutuhkan konektivitas jaringan tanpa kompromi di meja kerja. Namun, bagi pengguna yang lebih mementingkan performa mentah prosesor atau grafis untuk pekerjaan kreatif berat, opsi dengan Ryzen 7 mungkin lebih masuk akal.