Pencarian

Pesawat Casa NC-212 Disiagakan untuk Modifikasi Cuaca di Kaltim, 800 Kg Garam Siap Tebar ke Langit IKN

Minggu, 23 Agustus 2026 • 01:37:01 WIB
Pesawat Casa NC-212 Disiagakan untuk Modifikasi Cuaca di Kaltim, 800 Kg Garam Siap Tebar ke Langit IKN
Pesawat Casa NC-212 disiagakan di Lanud Dhomber untuk operasi modifikasi cuaca di Kalimantan Timur dengan daya angkut 800 kilogram garam.

BALIKPAPAN — Pesawat dengan daya angkut 800 kilogram garam itu disiapkan untuk menyemai awan potensial hujan. Hal itu diungkapkan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Dhomber, Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana, Jumat (21/8/2026).

"Sesuai perintah KSAU, kami siap mendukung penuh operasi ini pada 22-27 Agustus. Pesawat Casa NC-212 mampu terbang hingga 4 jam sekali jalan dengan daya angkut garam mencapai 800 kilogram," ujar I Gusti.

Operasi ini merupakan respons cepat atas kondisi atmosfer di Kalimantan Timur yang tidak diguyur hujan hampir dua pekan terakhir. Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, menjelaskan bahwa pertumbuhan awan di wilayah tersebut cepat menghilang.

Awan Potensi Hujan Masih di Perbatasan Utara Kaltim

"Awan kerap tumbuh di pagi hari namun menghilang saat siang karena kandungan uap air yang minim. Awan yang terpantau potensial saat ini justru berada di perbatasan utara Kaltim," jelas Djoko.

Pihaknya kini masih melakukan pendeteksian dan menunggu arahan untuk menentukan titik-titik awan potensial yang akan disemai. "Kami tinggal menunggu arahan BMKG mengenai titik potensi awan. Seluruh personel dan armada telah siap terbang menyemai awan begitu BMKG mendeteksi adanya potensi awan hujan (cumulus)," kata I Gusti.

Debit Bendungan Sepaku Semoi Menyusut, Pasokan Air IKN Masih Aman

Dampak El Nino mulai terlihat di infrastruktur vital penyangga IKN. Debit air Bendungan Sepaku Semoi dan Intake Sepaku terus menyusut. Namun, Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, memastikan pasokan air di IKN saat ini masih mencukupi.

"Dampak El Nino ini memicu kekeringan di berbagai wilayah, termasuk Kaltim. Saat ini kondisi air di IKN relatif baik, tetapi permukaan air di Bendungan Sepaku Semoi dan Intake Sepaku sudah mulai menurun. Kita harus mengantisipasi sejak dini, jangan sampai sudah kering baru bergerak," ucapnya.

Keberhasilan OMC di Musim Kemarau Hanya 30 Persen

Kendati armada dan personel telah siap, BMKG mengingatkan bahwa operasi modifikasi cuaca memiliki tingkat keberhasilan yang terbatas. Secara historis, efektivitas penyemaian awan pada musim kemarau hanya berada di kisaran 30 persen.

"Untuk itu, penyemaian garam harus diperhitungkan secara cermat agar jatuh di wilayah target sasaran Kaltim dan tidak bergeser ke lokasi lain," pungkas Djoko.

Operasi ini melibatkan kolaborasi tiga instansi, yakni Otorita IKN, BMKG, dan TNI AU. Langkah antisipatif ini diambil untuk menjaga ketahanan air baku di IKN serta mencegah meluasnya karhutla yang kerap terjadi saat puncak kemarau.

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks