SAMARINDA — Wali Kota Samarinda Andi Harun menargetkan Dermaga Harapan Baru tidak hanya menjadi tempat bersandarnya kapal nelayan, tetapi juga cikal bakal pusat pertumbuhan ekonomi baru. Usai meninjau lokasi pada Senin (24/8), ia memastikan kajian teknis tengah berjalan, terutama untuk memastikan kekuatan struktur dermaga sebelum digunakan sebagai tempat bongkar muat hasil tangkapan.
Andi Harun menjelaskan, pengecekan ini dilakukan setelah TPI Harapan Baru mulai beroperasi. Pihaknya telah memerintahkan Dishub Samarinda untuk mengecek secara menyeluruh bagian yang menangani kedermagaan.
"Kami sudah perintahkan juga kepada Dishub, khususnya di bagian yang menangani tentang kedermagaan untuk mengecek kekuatan fisik jika sekiranya di bagian pelabuhan itu juga di sebelah kirinya kita fungsikan sebagai tempat pendaratan kapal nelayan," ujarnya.
Jika dinyatakan layak, dermaga tersebut hanya akan difungsikan sebagai titik pendaratan dan pembongkaran ikan. Aktivitas transaksi jual beli tetap berlangsung di area TPI Harapan Baru yang sudah ada.
"Cuma tempat bongkar saja, supaya nggak terlalu jauh mengambil dari Selili atau dari tempat lain untuk memasukkan ikan ke TPI Harapan Baru atau ke cold storage kita," jelas Andi Harun.
Dengan skema ini, nelayan tidak perlu menempuh jarak jauh untuk menyalurkan hasil tangkapannya, sehingga kesegaran ikan lebih terjaga dan biaya logistik bisa ditekan.
Hasil peninjauan awal menunjukkan dermaga tersebut secara kasat mata dinilai layak. Meski demikian, sejumlah pekerjaan fisik tetap diperlukan agar fasilitas itu memenuhi standar operasional.
Perbaikan landasan dan pengerukan menjadi prioritas utama untuk memastikan kedalaman air mencukupi bagi kapal nelayan. Dishub juga diminta membuat perencanaan pemanfaatan yang menyesuaikan kapasitas fasilitas yang tersedia.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan aset pemerintah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Andi Harun menilai kawasan pelabuhan Harapan Baru memiliki nilai strategis yang besar bagi perkembangan kota. Ia menyebutnya sebagai aset berharga yang harus dikelola dengan baik.
"Saya melihat bahwa kawasan pelabuhan kita di Harapan Baru itu sebenarnya juga barang mewah," ucapnya.
Ke depan, penataan kawasan akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. Targetnya, pertumbuhan ekonomi tidak lagi terpusat di satu titik, melainkan tersebar di berbagai kecamatan.
"Pelan-pelan kita akan tata sehingga menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi lokal di sekitar situ. Biar tersebar, di seberang ada, di Loa Janan Ilir ada, dan di tempat-tempat lain, di wilayah kecamatan lain juga ada," harapnya.
Pengembangan kawasan ini tidak hanya berhenti pada fungsi kepelabuhanan. Pemerintah kota berencana memadukannya dengan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Kita bisa mixing antara fungsi kepelabuhanan dengan fungsi ekonomi, UMKM, dan lain sebagainya. Tinggal penataannya," terang Andi Harun.
Rencana ini dinilai mampu membuka lapangan kerja baru dan menghidupkan roda ekonomi warga di sekitar kawasan TPI Harapan Baru.