KALIMANTAN TIMUR — PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (IOH) memperkenalkan layanan terbaru bernama AI New Calling yang dikembangkan bersama raksasa teknologi asal China, Huawei. Inovasi ini dirancang untuk mengubah panggilan suara konvensional menjadi sesi komunikasi interaktif yang didukung empat fitur kecerdasan buatan, diumumkan dalam acara peresmian kolaborasi di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Layanan ini menjawab dua hambatan komunikasi harian yang paling umum: kendala bahasa dan gangguan kebisingan di sekitar pengguna. Alih-alih sekadar menyambungkan suara, AI New Calling memproses audio secara cerdas di kedua sisi panggilan.
Kolaborasi strategis ini menghadirkan empat kemampuan utama yang mengubah cara pengguna berinteraksi melalui panggilan suara:
Fitur ini menggunakan algoritma AI untuk meredam suara bising dari kedua sisi panggilan secara otomatis. Pengguna yang berada di tengah keramaian, stasiun, atau area konstruksi tetap bisa mendengar lawan bicara dengan jernih tanpa harus mencari tempat tenang.
Penerjemahan percakapan dilakukan langsung selama panggilan berlangsung. Hasil terjemahan ditampilkan dalam bentuk suara dan teks berjalan di layar ponsel, memungkinkan dua orang dengan bahasa berbeda tetap berkomunikasi lancar tanpa aplikasi tambahan.
Panggilan suara biasa kini bisa diperkaya dengan konten visual atau video interaktif. Fitur ini sangat relevan untuk layanan pelanggan, misalnya memesan makanan atau reservasi hotel sambil berbicara dengan agen call center—pengguna bisa melihat pilihan menu atau ketersediaan kamar langsung di layar.
Fitur hiburan yang memungkinkan pengguna memilih avatar digital dari figur selebritas atau kekayaan intelektual (IP) populer untuk tampil di layar ponsel selama panggilan berlangsung. Ini memberi sentuhan personal dan menghibur pada percakapan sehari-hari.
Chief Technology Officer (CTO) Indosat Ooredoo Hutchison, Desmond Cheung, menegaskan bahwa pengembangan AI ini bukan sekadar mengejar kecanggihan teknologi, melainkan solusi atas hambatan komunikasi nyata di masyarakat.
"Ambisi kami adalah membuat AI lebih mudah diakses melalui konektivitas yang digunakan masyarakat setiap hari, mengatasi hambatan seperti bahasa dan lingkungan yang bising, serta mengelola kehidupan digital mereka dengan lebih sederhana," ungkap Desmond dalam acara peresmian kolaborasi IOH dan Huawei di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
"Nilai AI tidak hanya terletak pada seberapa canggih teknologinya, tetapi pada bagaimana teknologi tersebut dapat meningkatkan kehidupan sehari-hari masyarakat," pungkasnya.
Langkah ini menempatkan Indosat sebagai salah satu operator pertama di Indonesia yang mengintegrasikan AI secara mendalam ke layanan telepon dasar. Bagi pengguna, kehadiran fitur ini berarti panggilan telepon tidak lagi sekadar alat komunikasi, tetapi menjadi pintu akses ke layanan digital yang lebih luas—sejalan dengan tren operator global yang mulai menjadikan AI sebagai pembeda layanan.