KALIMANTAN TIMUR — Peluncuran New Xforce HEV di GIIAS 2026 pada 29 Juli lalu menandai langkah baru Mitsubishi di pasar elektrifikasi Indonesia. Sistem full hybrid generasi kedua yang diusungnya bukan sekadar tempelan motor listrik, melainkan racikan dari pengalaman panjang Mitsubishi mengembangkan Outlander PHEV. Kami mencermati klaim efisiensinya yang jadi nilai jual utama, termasuk hasil uji yang melibatkan pereli nasional.
Jantung pacu Xforce HEV memadukan mesin bensin 1.6L DOHC MIVEC bersiklus Atkinson yang menghasilkan 107 PS dan torsi 134 Nm. Mesin tersebut bekerja sama dengan motor listrik bertenaga 116 PS yang menyemburkan torsi instan 255 Nm, disalurkan lewat transaxle hybrid dua-percepatan.
Baterai lithium-ion 1,1 kWh tidak perlu dicolok dari luar. Sistem mengisi sendiri melalui energi pengereman dan mesin yang sesekali berperan sebagai generator. Ada empat mode kerja yang berganti otomatis: motor listrik penuh saat merayap, mesin sebagai generator, keduanya berpadu saat akselerasi, hingga mesin terhubung langsung ke roda di kecepatan tinggi.
Teknologi motor disconnect menjadi penyempurnaan dari sistem hybrid Xpander HEV yang lebih dulu hadir di Thailand. Fungsinya memutus motor listrik dari poros penggerak pada kecepatan tinggi untuk menekan kehilangan energi. Dalam kondisi tertentu, mode listrik mampu membawa Xforce HEV melaju hingga 121 km/jam sebelum mesin mengambil alih.
MMKSI mengklaim jangkauan lebih dari 1.000 kilometer dengan tangki 42 liter. Klaim itu dibuktikan lewat Single Tank Challenge Jakarta–Bali yang dilakukan pereli nasional Rifat Sungkar. Pada kecepatan rata-rata 70–80 km/jam, konsumsinya menyentuh 27,9 km per liter.
Pengujian MMKSI dengan gaya berkendara agresif di berbagai medan Jabodetabek mencatat batas bawah 20,5 km per liter. Angka rata-rata realistis berada di kisaran 24 km per liter. Rifat merangkumnya dengan kalimat membumi: "mobil ini akan dicintai sekali oleh ibu-ibu rumah tangga karena jarang isi bensin."
Efisiensi itu terasa nyata di dompet. Pengendara yang menempuh 50 km sehari selama 25 hari kerja akan mencapai 1.250 km per bulan. Dengan konsumsi 24,4 km per liter, kebutuhan bahan bakarnya sekitar 51 liter. SUV bensin biasa yang berada di kisaran 12 km per liter saat kemacetan membutuhkan hampir 104 liter.
Selisih sekitar 53 liter dengan harga bensin Rp13.000 per liter berarti penghematan sekitar Rp690 ribu setiap bulan atau kurang lebih Rp8,3 juta dalam setahun. Untuk pekerja dengan rute Bekasi–SCBD sejauh 55 km pulang-pergi, cukup menyiapkan sekitar Rp39.875 untuk bensin per hari.
New Xforce HEV menawarkan solusi efisiensi yang terukur untuk konsumen Indonesia yang mobilitasnya tinggi. Kehadirannya melengkapi lini Mitsubishi yang sudah matang—dari Xpander, Xpander Cross, New Xforce, Pajero Sport, hingga Destinator—dengan cara baru untuk bergerak yang lebih hemat tanpa mengorbankan keleluasaan SUV.