Gedung Serba Guna Koperasi Karyawan Pupuk Kaltim di Kelurahan Belimbing ramai oleh pencari kerja sejak hari pertama. Mereka berkeliling ke stan perusahaan untuk melihat daftar posisi, bertanya langsung, hingga mendaftar di tempat.
Job Fair Bontang 2026 menghadirkan 29 perusahaan dengan total 417 kesempatan. Sebagian besar berupa lowongan kerja, sisanya program pemagangan, pelatihan, dan sertifikasi.
Kepala Bidang Pelatihan Produktivitas dan Penempatan Tenaga Kerja (Lattas dan Penta) Disnaker Kota Bontang, Takdir Mannang, merinci komposisi angka tersebut.
Dari total itu, 139 kesempatan lainnya berbentuk program pengembangan keterampilan yang digelar bersamaan dengan rekrutmen perusahaan.
Bagi warga yang belum langsung mendapatkan pekerjaan, program pemagangan, pelatihan, dan sertifikasi menjadi jalur alternatif. Takdir menyebut program itu membantu pencari kerja memperoleh pengalaman serta keterampilan yang dibutuhkan dunia usaha.
"Kesempatan meningkatkan keterampilan dan mendapatkan pengalaman kerja juga menjadi bagian yang ditawarkan," ungkapnya.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan pemerintah tetap menjalankan program ketenagakerjaan di tengah efisiensi anggaran. Upaya ini bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap lapangan kerja sekaligus menekan angka pengangguran.
Selain gelaran Job Fair, Pemkot Bontang memanfaatkan aplikasi Teman Naker sebagai kanal informasi dunia kerja. Masyarakat dapat mengaksesnya untuk mencari lowongan, jadwal pelatihan, atau program pengembangan lain.
Pemkot Bontang menargetkan penurunan angka pengangguran sebesar 5 persen. Neni berharap capaian itu berlanjut hingga angka pengangguran bisa menuju nol pada tahun depan.
"Kita target 5 persen turun angka pengangguran, kalau bisa tahun depan bisa zero," pungkasnya.
Pencari kerja yang belum sempat hadir dapat memantau informasi lowongan dan program pelatihan melalui aplikasi Teman Naker atau menghubungi Disnaker Kota Bontang.