173 Titik Panas Terpantau di Kawasan IKN Hingga Agustus 2026, OIKN Latih Petani Kelola Lahan Tanpa Bakar

Penulis: Okta Nugraha  •  Jumat, 04 September 2026 | 17:12:01 WIB
Petani mengikuti pelatihan pengelolaan lahan tanpa bakar yang digelar Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) di Sepaku, Penajam Paser Utara, Jumat.

Sebanyak 173 titik panas terpantau di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) hingga 31 Agustus 2026, tersebar di 23 desa dan kelurahan. Menyikapi hal itu, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menggencarkan edukasi pengelolaan lahan tanpa bakar kepada warga sebagai langkah transisi dari metode tebang bakar.

PENAJAM PASER UTARA — Titik panas di kawasan IKN menyebar di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Data mencatat kejadian karhutla terjadi di 55 titik, meski tidak semua titik panas berujung pada kebakaran.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN Myrna Safitri menyebut sebagian besar karhutla dipicu aktivitas manusia. Pemicunya antara lain pembukaan lahan dengan cara membakar, pembakaran sampah, pembuangan puntung rokok yang tidak dimatikan, hingga swabakar batu bara.

Mengapa Metode Tanpa Bakar Jadi Prioritas?

Edukasi ini merupakan bagian dari implementasi Surat Edaran (SE) Kepala OIKN. Aturan itu memuat larangan membuka lahan dengan cara membakar, larangan pembakaran sampah, serta larangan membuang puntung rokok sembarangan.

"Edukasi sebagai langkah transisi dari metode tebang bakar yang selama ini masih dipraktikkan sebagian warga," ujar Myrna Safitri di Sepaku, Jumat.

Program ini menyasar para petani dan warga yang menggantungkan penghidupan pada pengolahan lahan di dalam serta sekitar IKN.

Teknik Pengelolaan yang Diajarkan ke Warga

Dalam pelatihan, peserta tidak hanya diberi teori. Mereka mempraktikkan langsung sejumlah teknik pengolahan lahan ramah lingkungan.

  • Pengolahan tanah terkendali
  • Pembuatan kompos
  • Penerapan mulsa organik

Metode ini dirancang untuk mencegah risiko karhutla sekaligus menjaga kesuburan biologis tanah.

Menekan Emisi demi Target Kota Hutan

Pengelolaan lahan tanpa bakar dinilai mampu menekan emisi karbon secara signifikan. Hal ini selaras dengan visi IKN sebagai kota hutan yang hijau dan lestari.

Myrna menjelaskan kegiatan tersebut menjadi langkah mendukung pengelolaan lahan berkelanjutan sekaligus meningkatkan produktivitas agrikultur di wilayah IKN.

Transformasi budi daya pertanian menuju praktik yang selaras dengan alam disebutnya menjadi bagian penting untuk memastikan ibu kota baru Indonesia tumbuh tidak hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga kawasan lingkungan yang terjaga.

Pihak OIKN mengajak para petani memanfaatkan pendampingan yang disediakan dan meninggalkan praktik pembakaran lahan. Edukasi menjadi pilar pencegahan dalam strategi pengendalian karhutla yang mencakup pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top