KALIMANTAN TIMUR — Infinix kembali memanaskan pasar tablet Android entry-level dengan Xpad 30 Pro. Berbeda dari pendahulunya yang lebih fokus pada hiburan, seri "Pro" ini mencoba menyeimbangkan kebutuhan produktivitas dan gaming dalam satu perangkat. Kami sudah merangkum spesifikasi resmi dari keterangan pers dan situs global Infinix, plus analisis posisinya di pasar tablet Indonesia yang makin ramai.
Peluncuran dijadwalkan pada 8 September 2026 melalui kanal digital resmi Infinix Indonesia. Penjualan perdana akan dimulai sehari setelahnya, 9 September pukul 00.00 WIB di e-commerce dan mitra resmi.
Infinix memasang panel 11 inci beresolusi 2.5K pada Xpad 30 Pro. Dengan luas layar segini, tablet ini memang lebih nyaman dipakai membaca materi, menyusun presentasi, atau sekadar scroll dokumen panjang dibanding smartphone.
Resolusi tinggi juga berarti kerapatan piksel yang lebih baik untuk menonton konten dan gaming. Sayangnya, Infinix belum menyebutkan detail tipe panel—apakah IPS atau LCD biasa—serta angka refresh rate dan tingkat kecerahan puncaknya. Ini catatan penting yang perlu diuji saat unit review tiba, karena menentukan pengalaman scrolling dan gaming di lapangan.
Di sektor dapur pacu, Xpad 30 Pro ditenagai MediaTek Helio G200 Ultimate. Chipset ini merupakan penerus dari seri G-series yang umum dipakai di ponsel gaming kelas bawah. Belum ada data benchmark resmi yang kami terima, jadi klaim performa untuk "gaming" masih perlu diverifikasi lewat pengujian langsung nanti.
Yang lebih menarik justru di opsi memorinya. Infinix menyediakan empat varian: 4/128 GB, 6/128 GB, 8/128 GB, dan 8/256 GB. RAM berjenis LPDDR4X dengan penyimpanan UFS 2.2. Kapasitas penyimpanan bisa diperluas lewat microSD hingga 2 TB, dan ada dukungan Extended RAM hingga dua kali lipat—artinya varian 8 GB bisa beroperasi seperti 16 GB.
Infinix mengklaim bodi Xpad 30 Pro hanya setebal 6,6 mm dengan bobot 476 gram. Jika angka ini akurat, tablet ini akan terasa ringkas dan nyaman digenggam untuk ukuran 11 inci. Ketipisan ini juga bisa menjadi nilai jual utama di kelasnya yang seringkali mengabaikan aspek desain.
Baterainya berkapasitas 8.200 mAh dengan dukungan fast charging 18W. Kapasitas ini cukup standar untuk tablet 11 inci, namun kecepatan charging 18W terbilang lambat di era 2026. Mengisi daya dari kosong hingga penuh kemungkinan memakan waktu lebih dari dua jam—sesuatu yang perlu diingat jika kamu tipe pengguna yang sering buru-buru.
Kamera depan dan belakang sama-sama beresolusi 8 MP. Ini bukan kamera flagship—kualitasnya cukup untuk video call atau scan dokumen, tapi jangan berharap lebih untuk fotografi. Untuk tablet di segmen ini, hal tersebut masih bisa dimaklumi karena prioritasnya bukan di kamera.
Konektivitas 4G LTE menjadi nilai tambah. Pengguna tidak perlu bergantung pada WiFi saat bekerja di luar ruangan atau kampus. Ini fitur yang kerap dicari mahasiswa yang butuh internet stabil di mana pun berada.
Beberapa catatan perlu diingat sebelum memutuskan membeli. Fast charging 18W terbilang lambat untuk baterai 8.200 mAh—kamu perlu waktu lama untuk mengisi penuh. Infinix juga belum mengonfirmasi detail refresh rate layar, yang bisa jadi penentu pengalaman gaming. Terakhir, kamera 8 MP di kedua sisi jelas bukan untuk kamu yang hobi fotografi.
Harga resmi belum diumumkan. Mengingat posisi Infinix di pasar Indonesia, Xpad 30 Pro diprediksi dibanderol di kisaran Rp 2 jutaan hingga Rp 3 jutaan untuk varian dasar. Jika benar, kompetitor langsungnya adalah Redmi Pad SE dan realme Pad Mini yang sudah lebih dulu menguasai segmen tablet murah.
Xpad 30 Pro menarik untuk ditunggu, terutama bagi mahasiswa yang butuh layar lega untuk produktivitas dan sesekali gaming. Namun, pengujian langsung tetap diperlukan untuk membuktikan klaim performa Helio G200 Ultimate dan ketahanan baterainya. Pantau terus kanal resmi Infinix Indonesia untuk informasi harga dan ketersediaan.