IdeaFest 2026 Usung Tema Re:Humanize, 500 Pembicara Bahas Sinergi AI dan Kreativitas

Penulis: Ridho Pratama  •  Senin, 07 September 2026 | 13:35:31 WIB
Suasana area IdeaFest 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Jumat (4/9/2026).

KALIMANTAN TIMUR — IdeaFest kembali digelar untuk ke-15 kalinya di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, pada 4–6 September 2026. Mengusung tema "Re:Humanize", festival ini menyoroti bagaimana kreativitas dan empati manusia tetap relevan di tengah adopsi kecerdasan buatan yang meningkat pesat di Indonesia.

Data PwC mencatat 69% pekerja di Indonesia telah menggunakan AI dalam pekerjaan mereka selama setahun terakhir, dengan 16% di antaranya memakainya setiap hari. Di sisi lain, Kementerian Ekonomi Kreatif melaporkan sektor ini menyumbang lebih dari Rp1.500 triliun terhadap PDB nasional dan menyerap 26,5 juta tenaga kerja.

Kurasi Konten Berangkat dari Riset Audiens

Tema tahun ini bukan sekadar tren. IdeaFest mengaku menyusun kurasi berdasarkan evaluasi Populix terhadap penyelenggaraan 2025, yang menunjukkan audiens menginginkan pembahasan lebih dalam tentang kolaborasi manusia dan teknologi, bukan sekadar dampak negatif AI.

"Selama 15 tahun, IdeaFest telah mempertemukan lebih dari 2.500 pembicara nasional dan internasional melalui lebih dari 1.000 sesi. Tahun ini, melalui 'Re:Humanize', kami ingin mengajak publik melihat kembali apa yang membuat manusia tetap penting di tengah perkembangan AI," ujar Ben Soebiakto, Co-Chair IdeaFest.

500+ Pembicara dari Lintas Sektor

Rangkaian IdeaTalks menghadirkan figur dari berbagai latar belakang, mulai dari pejabat publik, pelaku industri kreatif, hingga eksekutif teknologi. Beberapa nama yang dijadwalkan tampil antara lain Tom Lembong, Najwa Shihab, Tony Fernandes, Pandji Pragiwaksono, Kamila Andini, Dian Sastrowardoyo, dan Sherina Munaf.

Dari sektor korporasi, hadir Vikram Sinha (Indosat Ooredoo Hutchison), Herald van der Linde, serta Boon Ken Wong. Firdza Radiany, Content Lead & BrainTrust IdeaFest, mengatakan kurasi tahun ini berangkat dari pertanyaan bagaimana manusia tetap menjadi pusat di tengah percepatan teknologi.

AI sebagai Enabler, Bukan Pengganti

Framing yang coba dibangun IdeaFest tahun ini menempatkan AI sebagai alat bantu, bukan pengganti peran manusia. Pemerintah sendiri melihat peluang ini besar—Kementerian Ekonomi Kreatif mencatat ada sekitar 185 juta pengguna internet dan 139 juta pengguna media sosial di Indonesia yang bisa menjadi pasar bagi produk kreatif berbasis AI.

Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) turut mendukung penyelenggaraan tahun ini. Melalui filosofi "Heartware Inside Hardware", operator telekomunikasi tersebut ingin mendorong pemanfaatan teknologi yang berpusat pada kebutuhan manusia, khususnya di sektor kreatif.

Selain sesi diskusi, IdeaFest 2026 juga menghadirkan experiential activations, creative marketplace, serta kolaborasi lintas industri. Ajang ini menjadi barometer bagaimana ekosistem kreatif Indonesia merespons gelombang AI tanpa kehilangan sentuhan manusiawi.

Reporter: Ridho Pratama
Sumber: metrotvnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top