1000 Hari Pertama Kehidupan: Kunci Cegah Stunting Sejak Masa Kehamilan

Penulis: Taufik Rahman  •  Minggu, 13 September 2026 | 12:49:31 WIB
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI M. Yahya Zaini menyampaikan pentingnya pencegahan stunting sejak masa kehamilan dalam sosialisasi Program Bangga Kencana di Nganjuk.

KALIMANTAN TIMUR — Di rentang inilah fondasi kesehatan, kecerdasan, dan tumbuh kembang anak terbentuk. Karena itu, pencegahan stunting harus dimulai jauh sebelum anak lahir.

Mengapa 1.000 HPK Begitu Menentukan

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, M. Yahya Zaini, menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak bisa menunggu anak lahir. Keluarga perlu memperhatikan gizi dan kesehatan ibu sejak masa kehamilan.

"Pencegahan stunting harus dilakukan sejak awal, bahkan sejak masa kehamilan. Keluarga harus memperhatikan gizi ibu, kesehatan ibu dan anak, serta rutin memantau tumbuh kembangnya," pesan Yahya dalam kegiatan Sosialisasi Program Bangga Kencana di kediaman Ahmad Syafii, Desa Begendeng, Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk, Minggu (13/9/2026).

Kegiatan ini digelar bersama Kemendukbangga/BKKBN dan menghadirkan sejumlah narasumber, termasuk Prof. Budi Setiyono selaku Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama Kemendukbangga/BKKBN serta Shodiqin, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Timur.

Gizi Ibu Hamil dan ASI Eksklusif Jadi Prioritas

Pemenuhan gizi menjadi perhatian utama dalam pencegahan stunting. Ibu hamil didorong mencukupi kebutuhan nutrisi, terutama protein hewani.

Setelah bayi lahir, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan perlu dilanjutkan dengan MPASI bergizi. Pemantauan tumbuh kembang secara rutin melalui Posyandu juga tidak boleh dilewatkan.

Selain asupan makanan, kebersihan dan sanitasi lingkungan turut berperan. Lingkungan yang bersih mencegah penyakit infeksi yang bisa menghambat pertumbuhan anak.

Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak

Stunting bukan hanya soal gizi. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dinilai sama pentingnya dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Program GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) hadir sebagai salah satu upaya mendorong peran ayah. Ada pula program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) yang melibatkan masyarakat luas.

Program Pemerintah yang Bisa Dimanfaatkan Keluarga

Dalam sosialisasi tersebut, warga mendapatkan informasi soal sejumlah program unggulan Kemendukbangga/BKKBN. Selain GENTING dan GATI, ada SIDAYA (Lansia Berdaya) dan TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak).

Dukungan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) juga disampaikan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Sosialisasi ini sekaligus menjadi sarana menyerap aspirasi warga, termasuk soal pemutakhiran data kepesertaan BPJS Kesehatan agar bantuan lebih tepat sasaran.

Yang Perlu Ibu Lakukan Sejak Sekarang

Mulailah dengan memantau asupan gizi harian, terutama protein hewani selama kehamilan. Jangan lewatkan jadwal pemeriksaan kehamilan dan Posyandu.

Libatkan pasangan dalam pengasuhan sejak bayi baru lahir. Jaga kebersihan rumah dan lingkungan untuk mencegah infeksi yang menghambat pertumbuhan.

Jika berat badan anak tidak naik sesuai usia atau muncul tanda gangguan tumbuh kembang, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan. Deteksi dini membuat penanganan lebih cepat dan tepat.

Pencegahan stunting bukan semata tanggung jawab pemerintah. Peran keluarga, terutama sejak masa kehamilan hingga anak melewati periode emas pertumbuhan, menjadi kunci membangun generasi yang sehat dan berkualitas.

Reporter: Taufik Rahman
Sumber: lingkaranistana.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top