Pencarian

Microdrama AI Banjiri Pasar AS, Pekerja Vertikal Kehilangan Pekerjaan

Kamis, 10 September 2026 • 20:18:31 WIB
Microdrama AI Banjiri Pasar AS, Pekerja Vertikal Kehilangan Pekerjaan
Pekerja microdrama di Los Angeles melaporkan penurunan peluang kerja seiring maraknya konten vertikal berbasis AI.

KALIMANTAN TIMUR — Pekerja microdrama di kawasan Los Angeles melaporkan peluang kerja yang semakin menipis seiring maraknya konten vertikal hasil AI yang membanjiri aplikasi. Format duanju memang lebih dulu meledak di China selama pandemi, dan ketika gelombang AI mulai mengancam pekerja produksi di sana, sinyal bahaya itu kini tiba di pasar Amerika.

Beberapa perusahaan yang melayani pasar AS terbuka menguji daya tarik cerita pendek buatan AI. DramaBox, DramaWave, dan FlareFlow disebut semakin banyak merilis konten dengan aktor dan latar sintetis. Aplikasi lain seperti My Muse dan Inkitt Ironblood bahkan secara eksklusif menayangkan vertikal AI, umumnya bergenre fantasi, periode, dan aksi yang butuh anggaran besar jika digarap secara live action.

Biaya Produksi AI Jauh Lebih Murah

Studio produksi vertikal AI Axis AI Studios menyebut microdrama AI berdurasi panjang yang tampak profesional bisa dibuat dengan biaya 60.000 hingga 100.000 dolar AS. Sebagai perbandingan, anggaran microdrama live action umumnya berkisar 100.000 sampai 300.000 dolar AS.

Aplikasi TrueShort bahkan mengklaim proyek AI berdurasi 20 hingga 30 menit bisa diproduksi hanya dengan 1.000 sampai 3.000 dolar AS. Holywater Tech, pemilik aplikasi all-AI My Muse, menyatakan proyek semacam ini bisa rampung dalam dua pekan, jauh lebih cepat dari 12 pekan untuk cerita live action.

CEO dan co-founder platform Shortical, Guy Shimoni, mengatakan sebuah syuting live action mungkin membutuhkan 50 pekerja selama tujuh hari. Ia menyebut kini pihaknya hanya perlu lima orang selama tujuh hari untuk membuat satu acara.

Seedance 2.0 Percepat Adopsi AI

Shimoni menyebut kehadiran alat generator video AI Seedance 2.0 pada Februari lalu mempercepat adopsi teknologi ini. Menurutnya, setelah Seedance 2.0 dirilis dan memungkinkan video viral Brad Pitt bertarung dengan Tom Cruise, teknologi itu sudah cukup untuk menceritakan narasi yang baik.

Ia menambahkan bahwa efek artistiknya pun tidak terlalu buruk, sehingga para pelaku industri mulai mengadopsinya sejak saat itu.

Audisi Menyusut Drastis

Meski belum jelas seberapa besar peran AI, pelaku industri microdrama menyebut peluang kerja secara umum melambat belakangan ini. Talent manager di LEWK Management, Maddie Grove, memiliki sekitar 15 klien aktor di ruang vertikal dan menyebut ada penurunan signifikan dalam peluang kerja.

Co-founder Chera TV sekaligus aktor vertikal, Kylie Karson, mengatakan tahun lalu ia mendapat lima sampai 15 audisi vertikal per pekan. Kini ia hanya menerima dua audisi per pekan.

Production designer dan sutradara Lucia Lopez selama setengah tahun bekerja dengan perusahaan produksi di Atlanta untuk membuat satu microdrama per bulan bagi platform DramaShorts. Kontrak perusahaan itu dengan DramaShorts berakhir mendadak pada Juli ketika perusahaan beralih sepenuhnya ke AI. Ia kini kembali ke Los Angeles dan menyebut pendekatan ke kontak produser belum membuahkan pekerjaan baru.

Pekerja Kembali ke Pekerjaan Lama

Aktor di ruang vertikal sekaligus co-founder platform microdrama Chera TV, Candace Mizga, mengatakan orang-orang yang sudah bekerja penuh waktu di bidang ini selama bertahun-tahun kini kembali ke pekerjaan lama mereka. Menurutnya, hal itu mencakup aktor, kru, hingga produser.

Ia menyebut lompatan perubahan ini sangat besar, terutama dalam beberapa bulan terakhir. Chera TV sendiri tidak menggunakan AI.

Founder Vertical Drama Love, Jen Cooper, menilai kecepatan aplikasi-aplikasi dalam menghentikan seluruh produksi dan beralih sepenuhnya ke AI cukup spektakuler. Sebagian perusahaan justru mengklaim AI dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja, bukan mengurangi, dengan alasan platform kini bisa memproduksi lebih banyak microdrama.

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: hollywoodreporter.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks