KALIMANTAN TIMUR — Kepastian itu disampaikan Bahlil usai bertemu awak media di kantor Kementerian ESDM, Jumat (11/9). Ia menegaskan pemerintah belum mengubah kebijakan harga hingga saat ini.
"Pemerintah sampai dengan hari ini memutuskan untuk tetap menjaga harga minyak subsidi tidak ada kenaikan," ujar Bahlil.
Harga Minyak Dunia Tembus US$108 per Barel
Tekanan harga minyak global kembali menguat. Mengutip Reuters, Jumat (11/9), harga minyak Brent naik US$1,05 atau 1 persen menjadi US$108,68 per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) AS naik 95 sen atau 1 persen ke US$103,45 per barel.
Kenaikan itu biasanya langsung memukul postur APBN lewat belanja subsidi energi. Namun Bahlil menyebut pemerintah memilih menyerap lonjakan tersebut ke anggaran, bukan ke harga jual di SPBU.
Rata-Rata ICP Masih di Bawah US$100
Bahlil menilai lonjakan harga saat ini belum sepenuhnya tercermin dalam rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP). Sejak Januari hingga September, rata-rata ICP berada di kisaran US$85–US$90 per barel.
"Tapi sekarang rata-rata ICP sekalipun sekarang sudah menjadi US$106 sampai US$108 dolar per barrel, tapi rata-rata ICP dari Januari sampai dengan bulan September sekarang itu kurang lebih di angka sekitar US$85 sampai US$90. Jadi, overall masih oke," pungkasnya.
Angka itu menjadi dasar pemerintah menahan kenaikan harga. Selama rata-rata ICP tahunan masih di bawah asumsi APBN, ruang fiskal dinilai masih memadai untuk menalangi selisih subsidi.
Pemerintah Pilih Tambah Anggaran Subsidi
Bahlil mengaku terus berkoordinasi dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa soal pergerakan harga minyak. Arah kebijakannya sudah jelas: menambah anggaran subsidi, bukan menaikkan harga jual.
"Menambah anggaran subsidi, saya pikir itu bagian daripada langkah yang kita lakukan," imbuhnya.
Keputusan ini, kata Bahlil, merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto. Prioritasnya melindungi daya beli masyarakat, terutama kelas bawah, di tengah tekanan harga global.
"Bapak Presiden Prabowo berpendangan bahwa membela dan menjaga daya beli masyarakat untuk menengah ke bawah itu jauh lebih penting sekalipun dengan berbagai macam hal-hal yang harus kita lakukan," jelasnya.
Apa Artinya bagi Konsumen dan Pelaku Usaha
Bagi rumah tangga pengguna pertalite dan solar, keputusan ini menahan biaya transportasi dan operasional tetap stabil dalam waktu dekat. Sektor logistik dan angkutan umum yang bergantung pada solar bersubsidi juga terhindar dari kenaikan biaya mendadak.
Yang perlu dicermati, tambahan anggaran subsidi berarti ruang fiskal pemerintah makin sempit. Jika harga minyak bertahan di atas US$100 hingga akhir tahun, rata-rata ICP berpotensi naik dan beban subsidi membengkak. Pemerintah belum menyebut besaran tambahan anggaran yang disiapkan.
Investasi mengandung risiko.