KALIMANTAN TIMUR — Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan pasar mobil nasional masih tumbuh dua digit delapan bulan pertama 2026. Distribusi dari pabrik ke dealer tercatat 599.491 unit, melonjak dari 499.315 unit pada Januari-Agustus 2025.
Kenaikan 20,1 persen ini menandai pemulihan permintaan setelah pasar sempat lesu sepanjang 2024. Merek Jepang masih menguasai puncak, tapi komposisi lima besar mulai bergeser.
Toyota Kuasai Hampir Sepertiga Pasar
Dengan 175.931 unit, Toyota menguasai sekitar 29 persen total pasar wholesales. Jarak dengan Daihatsu di posisi kedua mencapai lebih dari 75 ribu unit.
Kekuatan Toyota terletak pada portofolio yang lebar. Mulai dari mobil keluarga seperti Avanza dan Innova, segmen SUV, hingga kendaraan elektrifikasi. Bagi konsumen yang memprioritaskan kemudahan servis, ketersediaan spare part, dan nilai jual kembali, Toyota masih jadi pilihan relatif aman.
Daihatsu Andalkan Segmen Mobil Terjangkau
Daihatsu menempati peringkat kedua dengan 100.884 unit. Karakternya kuat di segmen mobil terjangkau untuk kebutuhan keluarga maupun pemakaian harian.
Model seperti Sigra, Xenia, dan Ayla menjadi tulang punggung penjualan. Biaya perawatan yang bersahabat dan jaringan dealer luas di kota kecil jadi nilai tambah tersendiri.
Dominasi Jepang dan Ancaman dari China
Lima besar daftar merek terlaris masih dihuni pemain Jepang. Tapi kehadiran merek China seperti BYD di jajaran atas menunjukkan lanskap kompetisi mulai berubah.
BYD masuk membawa lini kendaraan listrik dengan harga kompetitif dan fitur melimpah. Meski volume wholesales-nya belum menembus posisi Toyota atau Daihatsu, pertumbuhannya cukup cepat untuk membuat merek Jepang waspada.
Pasar elektrifikasi menjadi medan pertempuran baru. Toyota merespons lewat model hybrid, sementara BYD dan merek China lain menyerang langsung dengan BEV murni.
Bagaimana dengan Sisa Tahun Ini?
Dengan tren pertumbuhan 20,1 persen, pasar mobil Indonesia berpeluang menutup 2026 lebih baik dari tahun lalu. Gaikindo belum merilis proyeksi resmi untuk sisa tahun, tapi momentum semester kedua biasanya jadi penentu.
Bagi konsumen, persaingan merek yang makin ketat berarti pilihan lebih banyak. Promo, diskon, dan paket cicilan dari dealer umumnya menggencar menjelang akhir tahun.
Yang perlu dicermati, pertumbuhan wholesales tidak selalu sejalan dengan penjualan ritel ke konsumen akhir. Stok di dealer dan strategi distribusi pabrikan tetap jadi faktor yang menentukan angka akhir tahun.