Pencarian

Karhutla Kaltim Tembus 4.166 Hektare, BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing dari Bandara APT Pranoto Samarinda

Selasa, 08 September 2026 • 17:46:31 WIB
Karhutla Kaltim Tembus 4.166 Hektare, BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing dari Bandara APT Pranoto Samarinda
Helikopter water bombing dikerahkan BNPB untuk memadamkan karhutla seluas 4.166 hektare di Kalimantan Timur.

SAMARINDA — Dari total 4.166,72 hektare area yang terbakar di Kalimantan Timur, sebagian besar merupakan lahan non-hutan. Data BPBD Kaltim mencatat, 2.732,42 hektare di antaranya adalah lahan, 1.395,8 hektare kawasan hutan, dan 38,5 hektare area perkebunan.

Empat wilayah mencatat titik api terbanyak sepanjang periode Januari hingga awal September 2026. Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi daerah dengan luasan terbakar terbesar, mencapai 979,77 hektare, disusul Kutai Barat (Kubar) seluas 937 hektare, serta Berau dan Paser.

Water Bombing Menyasar Titik Koordinat dari Daerah

Helikopter water bombing yang dikerahkan BNPB akan menyasar titik api berdasarkan laporan koordinat presisi yang dikirim masing-masing daerah. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kaltim, Tresna Rosano, menyatakan koordinasi lintas kabupaten dan kota sudah dilakukan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan kabupaten dan kota untuk mengirimkan titik koordinat presisi agar tim water bombing bergerak tepat sasaran,” kata Tresna ditemui di kantornya, Jalan MT Haryono, Samarinda, Selasa (8/9/2026).

Operasi pemadaman dari udara melibatkan tim gabungan BPBD kabupaten/kota dan Dinas Kehutanan. Bandara APT Pranoto Samarinda dijadikan basis operasi karena lokasinya strategis untuk menjangkau seluruh wilayah Kaltim.

Perusahaan Perkebunan Diminta Bentuk Satgas Internal

BPBD Kaltim menekankan agar perusahaan perkebunan dan kehutanan tidak hanya mengandalkan pemerintah dalam penanganan kebakaran. Setiap perusahaan wajib memiliki Satuan Tugas (Satgas) Karhutla internal dan merespons cepat titik api di sekitar wilayah operasionalnya.

“Maka kami tekankan perusahaan yang ada di sekitar, jangan hanya mengharap pemerintah tapi mereka harus segera turun tangan juga,” tegas Tresna.

Perusahaan yang tidak merespons titik api di sekitar wilayah operasionalnya dapat dikenai sanksi. Sementara itu, dugaan pembakaran lahan oleh manusia diserahkan proses penegakan hukumnya kepada kepolisian.

El Nino Perpanjang Musim Kering hingga Awal 2027

Ancaman Karhutla diperkirakan masih berlanjut seiring kondisi kekeringan yang dipengaruhi fenomena El Nino hingga awal 2027. Potensi hujan ringan pada Oktober diperkirakan belum cukup untuk mengatasi Karhutla secara signifikan.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pun masih terkendala minimnya pertumbuhan awan konvektif di wilayah Kaltim. Tresna menyebut OMC sempat dilakukan sebagian di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), namun terpaksa dihentikan sementara.

“OMC sempat dilakukan sebagian di kawasan IKN. Tapi operasinya terpaksa dihentikan sementara karena tidak ada bibit awan. Cuaca yang terlalu cerah membuat penyemaian garam sulit dilakukan,” ujar Tresna.

Kemarau Panjang Picu Krisis Air Bersih di Paser

Dampak kemarau panjang tidak hanya memicu kebakaran lahan. BPBD Kaltim mulai menyalurkan air bersih menggunakan truk tangki ke sejumlah wilayah terdampak krisis air, salah satunya Kabupaten Paser.

Koordinasi dengan perusahaan perkebunan dan kehutanan terus dilakukan agar setiap titik api segera ditangani lebih dini.

“Kami sudah berkoordinasi dengan perusahaan perkebunan dan kehutanan untuk merespons cepat setiap kejadian. Mereka diminta segera melaporkan titik koordinat agar pemadaman bisa dilakukan lebih dini dan peduli terhadap masyarakat sekitar,” demikian Tresna Rosano.

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: niaga.asia

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks