7 Wisata Mangrove di Balikpapan, dari Susur Sungai Somber hingga Vila di Tepi Bakau

Penulis: Prayoga Santana  •  Senin, 26 Oktober 2026 | 10:16:01 WIB
Hutan bakau di Balikpapan dikembangkan sebagai destinasi wisata yang dikelola warga pesisir.

BALIKPAPAN — Hutan bakau di Kota Balikpapan tidak hanya berfungsi sebagai penahan abrasi, tetapi juga menjadi modal wisata yang dikelola warga pesisir. Sejumlah kawasan menawarkan pengalaman berbeda, dari menyusuri sungai dengan perahu sampai mengamati bekantan di habitat aslinya.

Potensi wisata mangrove tersebar di tiga kecamatan: Balikpapan Utara, Balikpapan Barat, dan Balikpapan Timur. Masing-masing punya karakter, ada yang berfokus pada konservasi lingkungan, ada pula yang dirancang untuk rekreasi keluarga.

Susur Sungai Somber dan Bekantan di Balikpapan Utara

Di Balikpapan Utara, wisata mangrove dikenal lewat susur Sungai Somber menggunakan perahu atau speedboat. Pengunjung diajak menyusuri hutan bakau yang rapat sambil berpeluang melihat bekantan turun ke tepi sungai.

Kawasan ini juga dikembangkan sebagai pusat edukasi konservasi dan fotografi satwa liar. Bagi pengunjung yang membawa kamera tele, momen bekantan melintas di antara dahan jadi daya tarik tersendiri.

Margo Mulyo: Titian Kayu di Konservasi 16,8 Hektare

Mangrove Margo Mulyo berada di Balikpapan Barat dengan luas kawasan konservasi sekitar 16,8 hektare. Pengunjung bisa berjalan melalui titian kayu yang membelah vegetasi mangrove.

Di sini, wisatawan mengenal berbagai jenis tumbuhan bakau sekaligus mengamati biota pesisir yang hidup di sela akar. Kawasan ini disebut cocok untuk kegiatan pendidikan lingkungan dan penelitian sekolah.

Menginap di Vila dan Memancing di Tepi Bakau

Selain susur sungai dan titian kayu, sejumlah destinasi mangrove di Balikpapan menyediakan paket menginap di vila dan aktivitas memancing. Fasilitas itu membuat kawasan bakau bisa dinikmati lebih lama, bukan sekadar kunjungan sehari.

Pilihan aktivitasnya beragam: menyusuri sungai, mengamati bekantan, memancing, hingga bermalam di kawasan wisata. Setiap destinasi memiliki karakteristik berbeda sehingga pengunjung bisa memilih sesuai minat.

Peluang Ekonomi bagi Warga Pesisir

Keberadaan tujuh destinasi mangrove membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir Balikpapan. Warga sekitar mendapat penghasilan tambahan dari jasa perahu, pemandu, dan warung makan di sekitar kawasan.

Pengelolaan yang melibatkan warga setempat juga membantu menjaga kelestarian bakau. Konservasi dan kunjungan wisata berjalan berdampingan, dengan pendapatan dari pengunjung menjadi insentif untuk merawat hutan.

Waktu Terbaik dan Persiapan Berkunjung

Pengunjung sebaiknya datang pagi atau sore saat air laut tidak terlalu surut dan satwa lebih aktif. Bawa pelindung tubuh karena nyamuk kerap muncul di area bakau, terutama saat menyusuri sungai.

Untuk susur Sungai Somber, pastikan memesan perahu lebih dulu agar tidak menunggu lama di dermaga. Sementara bagi yang ingin menginap di vila, cek ketersediaan kamar pada akhir pekan karena permintaan biasanya meningkat.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: kaltimpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top