JAKARTA — Data Refinitiv menunjukkan harga emas di pasar spot menguat 0,52 persen pada penutupan perdagangan Senin (26/10/2026) ke USD 4.016,31 per troy ons. Posisi tersebut menandai kembalinya emas ke atas level USD 4.000 setelah sempat terpuruk ke kisaran USD 3.900 per troy ons, level terendah dalam lebih dari tiga bulan terakhir.
Namun, penguatan itu belum bertahan lama. Pada Selasa (27/10/2026) pukul 06.37 WIB, harga emas kembali terkoreksi 0,1 persen menjadi USD 4.012,49 per troy ons. Pergerakan yang terbatas ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar menjelang pengumuman kebijakan moneter The Fed.
Strategi pasar senior StoneX, Bob Haberkorn, menilai penurunan harga minyak ikut memberikan ruang bagi emas untuk bangkit. Meredanya tekanan harga energi mengurangi sebagian kekhawatiran investor terhadap inflasi.
"Sebagian pelaku pasar mulai memanfaatkan penurunan harga emas sebelumnya untuk kembali melakukan pembelian atau bargain hunting," ujar Haberkorn, mengutip keterangannya.
Harga minyak yang sempat melonjak pada pekan sebelumnya mulai mengalami penurunan. Dinamika pasar energi global ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan emas dalam beberapa hari terakhir.
Penurunan harga emas ke kisaran USD 3.900 per troy ons memicu minat beli sejumlah investor. Pola bargain hunting ini menjadi penopang harga saat tekanan jual mulai mereda.
Meski demikian, Haberkorn memperkirakan perdagangan emas masih bergerak terbatas di sekitar USD 4.000 per troy ons sampai The Fed menyampaikan keputusan suku bunganya. Pasar cenderung menahan posisi besar sebelum arah kebijakan bank sentral AS itu jelas.
Ketidakpastian arah suku bunga The Fed masih membayangi pergerakan logam mulia. Pelaku pasar menanti sinyal apakah bank sentral AS akan mempertahankan atau mengubah stance kebijakan moneternya.
Bagi investor emas, keputusan tersebut menentukan daya tarik aset safe haven dibanding instrumen berbunga. Selama arah suku bunga belum jelas, harga emas diperkirakan bertahan di sekitar level psikologis USD 4.000 per troy ons.