Pencarian

Pertamina Kelola 13 Sumur Minyak Baru Kaltim, Potensi Rp 2,5 Triliun

Selasa, 05 Mei 2026 • 14:00:12 WIB
Pertamina Kelola 13 Sumur Minyak Baru Kaltim, Potensi Rp 2,5 Triliun
PT Pertamina mulai kelola 13 sumur minyak baru di Kalimantan Timur dengan potensi nilai Rp 2,5 triliun.

SAMARINDA — Penemuan 13 titik sumur minyak baru di wilayah Kalimantan Timur siap memasuki fase pengembangan oleh PT Pertamina (Persero). Kepastian ini muncul setelah adanya kesepakatan antara Kementerian Transmigrasi dan SKK Migas terkait pemanfaatan lahan Hak Pengelolaan (HPL) untuk aktivitas eksplorasi energi.

Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan melepaskan status HPL tersebut kepada SKK Migas. Namun, kedua instansi bakal menerapkan skema kerja sama yang saling menguntungkan demi mengoptimalkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Kerja Sama Pemanfaatan Lahan HPL Transmigrasi

"Tadi kami juga bersepakat dengan Pak Kepala, kami akan melakukan studi bersama terkait dengan pemanfaatan HPL transmigrasi ini agar memberikan hasil yang optimal, termasuk salah satunya adalah penerimaan negara bukan pajak [PNBP]," ujar Iftitah saat memberikan keterangan resmi.

Pemerintah kini tengah mengkaji status lahan di lapangan guna menentukan mekanisme kompensasi bagi masyarakat. Tim teknis akan meninjau langsung apakah titik sumur berada di lahan produktif milik warga atau merupakan sisa HPL yang masih kosong di bawah tanggung jawab kementerian.

Iftitah menambahkan bahwa koordinasi ini penting untuk memastikan operasional migas tidak merugikan hak-hak transmigran di sekitar lokasi proyek. Skema pengeboran miring menjadi salah satu solusi teknis jika di atas cadangan minyak terdapat bangunan atau lahan pertanian aktif.

Target Produksi dan Jadwal Pengeboran Sumur Baru

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, memaparkan bahwa potensi cadangan dari 13 sumur tersebut mencapai 0,96 juta barel minyak dan 11,64 miliar kaki kubik gas. Aktivitas pengeboran rencananya akan dieksekusi oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) mulai bulan depan.

Berdasarkan peta jalan SKK Migas, salah satu titik krusial adalah sumur pengembangan MUT-346 OS HZ yang dijadwalkan tajak pada Juni 2026. Sumur ini ditargetkan mampu memproduksi gas hingga 7,3 juta kaki kubik per hari dengan total proyeksi cadangan gas sebesar 3,6 miliar kaki kubik.

"Secara teknis kami juga sudah membahas bahwa minyak di dalam perut bumi. Kalau di atas lahannya itu ada bangunan, ada tanaman, ada sawah, kebun, kita bisa mengebor miring di sebelahnya yang lahannya mungkin tidak dimanfaatkan," kata Djoko menjelaskan efisiensi lahan.

Berapa Nilai Ekonomi Cadangan Minyak dan Gas Kaltim?

Direktur Utama Pertamina Hulu Indonesia Regional Kalimantan, Sunaryanto, mengalkulasi nilai ekonomi dari temuan ini mencapai angka yang fantastis. Cadangan minyak diprediksi bernilai Rp1,1 triliun, sementara potensi gas bumi menyentuh angka Rp1,5 triliun.

"Setara miliar rupiah sekitar Rp1,1 triliun. Kemudian yang potensi cadangan ya, dan gasnya setara Rp1,5 triliun ya. Jadi secara total akan menghasilkan revenue pada kita ya, itu sekitar Rp2,5 triliun," ungkap Sunaryanto.

Masuknya Pertamina sebagai investor tunggal diharapkan mempercepat realisasi produksi migas di Kalimantan Timur. Sinergi lintas kementerian ini menjadi sinyal positif bagi iklim investasi energi di daerah, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dari bumi Etam.

Bagikan
Sumber: bloombergtechnoz.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks