BONTANG — Satu calon murid berkebutuhan khusus tercatat mendaftar di SDN 001 Bontang Utara melalui jalur disabilitas. Pendaftaran dilakukan via Pusat Layanan Autis (PLA) pada 12–13 Mei 2026, sebelum masa SPMB umum dibuka Senin (18/5/2026).
Plt Kepala Sekolah SDN 001 Bontang Utara, Langgeng Suprantoro, menegaskan PLA hanya menerima berkas pendaftaran, bukan melakukan tes kelayakan. “Yang masuk baru satu. Tapi di PLA itu hanya menerima pendaftaran saja, bukan melakukan tes. Jadi belum bisa dipastikan apakah yang bersangkutan diterima atau tidak,” ujarnya.
Biaya Tes Psikolog Beralih ke Orang Tua
Penentuan kelayakan peserta didik berkebutuhan khusus tak dilakukan sekolah secara langsung. Pihak sekolah akan mengundang psikolog atau psikiater untuk melakukan asesmen terhadap calon murid. Namun tahun ini, sekolah tidak menyediakan anggaran untuk pembiayaan tersebut.
“Tahun lalu kami sempat menganggarkan untuk tes sekitar 12 anak. Tapi untuk tahun ini, karena kondisi keuangan, kami tidak menganggarkan. Kalau tidak salah per anak biayanya sekitar Rp300 ribu,” terang Langgeng. Dengan demikian, biaya pemeriksaan kemungkinan besar akan ditanggung orang tua calon peserta didik.
Kategori ABK yang Bisa Diterima di Sekolah Umum
Tidak semua anak berkebutuhan khusus dapat diterima di sekolah umum. Langgeng menjelaskan ada batasan kategori yang bisa diakomodasi, seperti slow learner dan beberapa jenis kebutuhan khusus lainnya. Keputusan akhir tetap berdasarkan hasil asesmen tenaga profesional.
“Sekolah umum itu ada batasannya. Misalnya slow learner dan beberapa kategori tertentu. Tapi tetap penentuannya berdasarkan hasil tes dari tenaga ahli, karena sekolah tidak berwenang melakukan penilaian sendiri,” tegasnya.
Proses seleksi jalur disabilitas ini menjadi perhatian di Bontang Utara mengingat masih minimnya pendaftar yang masuk. Sekolah menunggu hasil tes dari psikolog atau psikiater untuk menentukan apakah satu calon murid yang mendaftar layak diterima di SDN 001 Bontang Utara tahun ajaran 2026/2027.