Pencarian

Sektor Pertanian Tekan Angka Pengangguran Kaltim Hingga 5,27 Persen

Rabu, 06 Mei 2026 • 13:26:44 WIB
Sektor Pertanian Tekan Angka Pengangguran Kaltim Hingga 5,27 Persen
Sektor pertanian di Kaltim menyerap 19,57 persen tenaga kerja pada Februari 2026.

SAMARINDA — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur melaporkan penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 0,06 persen pada periode Februari 2026. Capaian ini menempatkan angka pengangguran di Bumi Etam pada posisi 5,27 persen, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala BPS Provinsi Kaltim, Mas'ud Rifai, mengungkapkan bahwa penurunan ini merupakan dampak langsung dari performa sektor pertanian dalam arti luas. Sektor yang mencakup kehutanan dan perikanan tersebut menjadi motor utama penyerapan tenaga kerja di wilayah ini.

"Tingkat pengangguran terbuka di Kaltim pada Februari 2026 sebesar 5,27 persen, turun 0,06 persen jika dibandingkan dengan Februari tahun sebelumnya," ujar Mas'ud Rifai di Samarinda, Selasa.

Sektor Pertanian Jadi Penopang Utama Bursa Kerja Kaltim

Struktur lapangan pekerjaan di Kalimantan Timur saat ini masih didominasi oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Sektor ini tercatat memberikan andil sebesar 19,57 persen atau mampu menyerap sebanyak 390.461 orang pekerja.

Posisi kedua ditempati oleh sektor perdagangan besar dan eceran yang berkontribusi sebesar 16,96 persen, atau setara dengan 338.446 orang. Sebaliknya, sektor penyediaan listrik dan air menjadi lapangan pekerjaan dengan serapan paling rendah, yakni hanya 1,01 persen dengan total 20.200 tenaga kerja.

Secara keseluruhan, jumlah penduduk yang bekerja di Kaltim pada Februari 2026 mencapai 1.995.214 orang. Meskipun angka pengangguran turun, total penduduk bekerja ini sebenarnya mengalami penyusutan sebanyak 14.776 orang jika dikomparasikan dengan data Februari 2025.

Bagaimana Tren Penurunan Pengangguran Kaltim Sejak 2022?

Penurunan TPT pada tahun ini memperpanjang tren positif pasar kerja di Kalimantan Timur dalam lima tahun terakhir. Data BPS menunjukkan grafik yang terus melandai, yang diklaim sebagai bukti semakin terbukanya lapangan pekerjaan bagi warga lokal.

  • Februari 2022: 6,77 persen
  • Februari 2023: 6,37 persen
  • Februari 2024: 5,75 persen
  • Februari 2025: 5,33 persen
  • Februari 2026: 5,27 persen

Mas'ud menilai konsistensi penurunan ini menjadi indikator penting bagi stabilitas ekonomi daerah, terutama dalam memberikan ruang bagi angkatan kerja baru untuk terserap ke berbagai sektor produktif.

Kenaikan Jumlah Pekerja Formal dan Dinamika Angkatan Kerja

Selain penurunan pengangguran, kualitas ketenagakerjaan di Kaltim juga menunjukkan perbaikan pada sisi sektor formal. Jumlah penduduk yang bekerja pada kegiatan formal tercatat sebanyak 1.106.348 orang atau mencakup 55,45 persen dari total pekerja.

"Jumlah pekerja formal meningkat sebesar 2,37 persen jika dibandingkan dengan Februari 2025," kata Mas'ud menambahkan.

Di sisi lain, potret pekerja setengah pengangguran juga mengalami perbaikan dengan penurunan sebesar 0,82 persen. Namun, BPS mencatat adanya kenaikan pada persentase pekerja paruh waktu sebesar 0,92 persen dibandingkan tahun lalu.

Adapun total angkatan kerja di Kaltim pada Februari 2026 tercatat sebanyak 2.106.306 orang. Angka ini turun sekitar 16.850 orang dibanding periode yang sama tahun 2025, yang juga berdampak pada penurunan tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 0,15 persen.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks