SAMARINDA — Kompetisi panjat tebing kelompok umur se-Kalimantan Timur resmi bergulir di Samarinda sejak Rabu pekan ini. Venue Sport Climbing Gelora Kadrie Oening menjadi saksi perjuangan 128 atlet cilik yang datang dari berbagai penjuru Benua Etam.
Mereka tidak hanya memperebutkan medali di 22 nomor tanding. Lebih dari itu, Kejurprov ini dirancang sebagai ajang seleksi paling otoritatif sebelum para atlet muda dikirim ke Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur XX FPTI 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta International Climbing Wall Park pada 17–22 Juni 2026.
Empat Kategori Dipertandingkan, Standar Ketat Diterapkan
Para atlet putra dan putri akan unjuk gigi dalam empat kategori utama: speed classic, speed world record, lead, dan boulder. Event Delegate Kejurprov Herman Tri Haryadi memastikan seluruh rangkaian lomba mengacu pada pedoman kompetisi yang ketat, meski masih menggunakan regulasi tahun 2025.
"Kami berharap seluruh rangkaian Kejurprov ini berlangsung aman, tertib, dan mampu menjaring bibit-bibit potensial yang siap bersinar di level nasional," ujar Herman.
Wakil Wali Kota: Ini Soal Karakter, Bukan Sekadar Menang
Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri saat membuka kegiatan menegaskan bahwa olahraga panjat tebing memiliki dimensi yang lebih dalam dari sekadar kompetisi. Ia menyebut pembentukan karakter dan mental atlet justru menjadi tujuan utama.
"Olahraga bukan hanya tentang potensi dan kemenangan, tetapi juga pembentukan karakter. Membutuhkan kekuatan fisik dan mental yang saling berkolaborasi untuk memenangkan suatu kejuaraan," kata Saefuddin.
Ia menambahkan, fasilitas panjat tebing di Samarinda sudah berstandar internasional. Kini tinggal bagaimana para atlet muda menjaga konsistensi latihan. "Jika tidak berlatih terus-menerus, fisik dan mental bisa terkikis. Semoga dari kejuaraan ini nanti lahir atlet nasional," tuturnya.
Kolaborasi dengan Komunitas Fotografi, Abadikan Dinamika Atlet
Kejurprov tahun ini menghadirkan warna baru. Pengprov FPTI Kaltim menggandeng komunitas fotografi lokal untuk menggelar lomba fotografi panjat tebing. Ketua Pengprov FPTI Kaltim Elly Luchritia Nova memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi visual tersebut.
"Kami percaya olahraga panjat tebing bukan hanya soal kekuatan fisik. Lebih dari itu, olahraga ini menguji keberanian, fokus, mental juang, serta semangat pantang menyerah dalam mencapai puncak prestasi," ungkap Elly.
Menurutnya, lensa kamera para fotografer Kaltim akan mampu mengabadikan esensi perjuangan dan dinamika emosi para atlet di papan panjat.
Jembatan Menuju Level Nasional
Sekretaris FPTI Kaltim Arif Rahman Hakim menjelaskan bahwa Kejurprov ini menjadi barometer sekaligus persiapan matang menuju kompetisi yang lebih tinggi. Ajang ini memikul misi strategis sebagai jembatan bagi atlet muda Kaltim untuk bersinar di kancah nasional.
"Melalui sinergi kompetisi yang kompetitif dan pembinaan yang solid, FPTI Kaltim optimistis olahraga panjat tebing Benua Etam akan terus melahirkan suksesor yang mampu mengharumkan nama daerah," pungkas Elly.