PENAJAM — Kepala Satuan Lalu Lintas Polres PPU, AKP Supriyadi, mengatakan kegiatan sosialisasi ini digelar di SD Negeri 020, SD Negeri 023, dan SD Negeri 028. Materi yang disampaikan tidak hanya tentang keselamatan berlalu lintas, tetapi juga dampak buruk perundungan bagi perkembangan psikologis anak.
Mengapa Satlantas Turun Tangan Menangani Perundungan?
AKP Supriyadi menjelaskan bahwa perundungan di kalangan pelajar kerap berujung pada tindakan kekerasan yang melanggar hukum. Pihaknya menilai penting untuk memberikan pemahaman sejak dini agar anak-anak tidak menjadi pelaku maupun korban.
“Perundungan bukan sekadar kenakalan biasa. Ini bisa berakibat pidana jika dibiarkan,” ujar AKP Supriyadi di sela kegiatan.
Materi Edukasi: Dari Sopan Santun hingga Konsekuensi Hukum
Dalam sosialisasi tersebut, personel Satlantas memberikan pemahaman tentang jenis-jenis perundungan, baik fisik, verbal, maupun perundungan di dunia maya. Para siswa juga diajak mengenali ciri-ciri korban perundungan dan cara melaporkan kejadian ke guru atau orang tua.
Selain itu, petugas menyisipkan pesan tentang pentingnya sikap saling menghormati antarteman. Edukasi ini dikemas dengan permainan interaktif agar lebih mudah dicerna oleh anak-anak usia sekolah dasar.
Respons Sekolah dan Orang Tua
Kepala SD Negeri 020, Siti Rahmawati, menyambut baik inisiatif Satlantas Polres PPU. Menurutnya, kasus perundungan kerap tidak terdeteksi karena anak-anak takut melapor.
“Kami berharap kegiatan seperti ini rutin diadakan. Anak-anak jadi lebih berani berbicara,” kata Siti.
Beberapa orang tua yang hadir juga mengaku terbantu dengan adanya sosialisasi ini. Mereka mengaku kerap kesulitan mendeteksi perubahan perilaku anak akibat perundungan di sekolah.
Apa Langkah Selanjutnya?
AKP Supriyadi menambahkan, pihaknya akan terus memantau situasi di sekolah-sekolah yang sudah mendapat sosialisasi. Ia juga membuka kemungkinan untuk memperluas sasaran ke jenjang pendidikan lain jika kasus perundungan masih ditemukan.
“Kami tidak hanya berhenti di tiga sekolah. Ini program berkelanjutan,” tegasnya.