JAKARTA — CBA menemukan fakta bahwa anggaran untuk pengadaan furnitur di Istana Wakil Presiden mencapai Rp 33,3 miliar. Sementara itu, anggaran untuk pembangunan Masjid Negara di kawasan IKN hanya dialokasikan sebesar Rp 1,8 miliar.
Ketimpangan Anggaran yang Mencolok
Perbandingan angka ini dinilai sangat timpang oleh CBA. Selisih lebih dari 18 kali lipat antara anggaran furnitur dan tempat ibadah dinilai tidak mencerminkan prioritas pembangunan yang berkeadilan.
“Anggaran furnitur untuk satu bangunan saja nyaris 20 kali lipat dari anggaran masjid negara yang akan digunakan oleh seluruh masyarakat,” demikian kutipan pernyataan resmi CBA yang diterima redaksi.
Rincian Anggaran yang Dipersoalkan
CBA mendesak pemerintah untuk merinci postur anggaran IKN 2026 secara lebih transparan. Mereka menilai alokasi sebesar Rp 33,3 miliar untuk perabot Istana Wapres perlu dipertanyakan dasar kebutuhannya.
“Di tengah efisiensi yang digaungkan, angka ini terbilang sangat besar untuk sekadar meja, kursi, dan lemari,” ujar peneliti CBA dalam rilis yang sama.
Masjid Negara: Ikon Spiritual dengan Anggaran Minim
Sebaliknya, Masjid Negara yang direncanakan menjadi ikon spiritual dan pusat kegiatan keagamaan di IKN hanya mendapat jatah Rp 1,8 miliar. Angka tersebut dinilai tidak realistis untuk membangun masjid dengan kapasitas besar dan arsitektur representatif.
CBA membandingkan dengan proyek masjid di daerah lain yang rata-rata membutuhkan anggaran puluhan miliar rupiah untuk hasil yang layak. “Ini menunjukkan ada masalah serius dalam perencanaan dan prioritas anggaran,” tegasnya.
Apa Dampak bagi Warga di Sekitar IKN?
Ketimpangan ini secara langsung memengaruhi kualitas layanan publik yang akan dinikmati masyarakat. Masjid dengan anggaran minim berpotensi tidak memiliki fasilitas penunjang yang memadai, seperti tempat wudhu luas, ruang serbaguna, atau area parkir yang cukup.
Sementara itu, anggaran besar untuk furnitur istana tidak memberikan dampak langsung bagi warga sekitar IKN yang masih membutuhkan infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, dan fasilitas kesehatan.