MAHAKAM ULU — Laju pertumbuhan pembiayaan syariah di Kabupaten Mahakam Ulu mencapai 368,47 persen pada triwulan IV 2025. Angka ini menjadi yang tertinggi di antara seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Timur berdasarkan data Bank Indonesia Perwakilan Kaltim.
Siapa yang paling diuntungkan dari lonjakan ini?
Masyarakat di Mahakam Ulu, khususnya pelaku UMKM dan petani sawit, menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya. Akses terhadap pembiayaan tanpa bunga memberikan alternatif modal usaha yang lebih ringan dibandingkan kredit konvensional.
Seorang pengusaha kecil di Ujoh Bilang, ibukota Mahakam Ulu, mengaku baru pertama kali mendapatkan pinjaman modal dari bank syariah. "Prosesnya cepat dan tidak memberatkan karena sistem bagi hasil," katanya pekan lalu.
Mengapa pertumbuhan di Mahulu paling tinggi?
BI Kaltim mencatat bahwa basis pembiayaan syariah di Mahakam Ulu sebelumnya sangat kecil. Dengan masuknya beberapa lembaga keuangan syariah dan sosialisasi masif, animo masyarakat langsung melonjak drastis.
Faktor lain adalah mayoritas penduduk Mahulu beragama Islam dan memiliki kedekatan kultural dengan prinsip ekonomi syariah. "Ini momentum untuk memperkuat inklusi keuangan di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar)," ujar Kepala BI Perwakilan Kaltim dalam laporan resminya.
Apa dampak nyata bagi perekonomian lokal?
Pembiayaan syariah yang mengalir deras ke sektor produktif mendorong perputaran uang di pasar-pasar tradisional. Pedagang di Pasar Sentral Ujoh Bilang melaporkan peningkatan omzet hingga 20 persen dalam tiga bulan terakhir.
Selain itu, sektor pertanian dan perkebunan rakyat mulai bergerak. Beberapa kelompok tani di Kecamatan Long Bagun menggunakan pembiayaan syariah untuk membeli bibit unggul dan pupuk organik.
Bagaimana prospek ke depan?
BI Kaltim optimistis tren ini berlanjut seiring dengan perluasan jaringan kantor bank syariah di wilayah perbatasan. Saat ini baru tiga bank syariah yang beroperasi di Mahakam Ulu, namun minat dari lembaga keuangan lain mulai menguat.
Pemkab Mahakam Ulu juga tengah menyusun regulasi yang memudahkan perizinan bagi lembaga keuangan syariah. "Kami ingin akses keuangan syariah tidak hanya di pusat kota, tapi sampai ke kampung-kampung," ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Mahulu.
Apa saja produk pembiayaan syariah yang paling diminati?
Produk murabahah (jual beli) dan musyarakah (bagi hasil) menjadi primadona di Mahakam Ulu. Masyarakat banyak menggunakannya untuk pembelian kendaraan roda dua, modal usaha warung, dan biaya pendidikan anak.
Pembiayaan mikro tanpa agunan juga mulai dilirik warga di Kecamatan Laham dan Long Pahangai. "Kami tidak perlu jaminan sertifikat tanah, cukup surat keterangan usaha dari kepala kampung," kata seorang pedagang sembako di Long Pahangai.
Berapa total pembiayaan syariah di Mahulu saat ini?
Meski melonjak tajam, nominal absolut pembiayaan syariah di Mahakam Ulu masih tergolong kecil dibandingkan kota besar seperti Balikpapan atau Samarinda. Namun, persentase pertumbuhan 368,47 persen menunjukkan potensi pasar yang besar.
BI Kaltim mencatat total pembiayaan syariah di Mahulu pada triwulan IV 2025 mencapai Rp 47,2 miliar, naik dari Rp 10,1 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Bagaimana dengan daerah lain di Kaltim?
Di luar Mahakam Ulu, pertumbuhan pembiayaan syariah di Kaltim rata-rata hanya berkisar 12-18 persen. Kota Samarinda dan Balikpapan mencatat pertumbuhan paling lambat karena basisnya sudah besar dan pasar mulai jenuh.
Kabupaten Kutai Barat dan Kutai Kartanegara juga menunjukkan pertumbuhan positif, masing-masing di angka 45 persen dan 32 persen. Namun, belum ada yang mampu menandingi lonjakan di Mahakam Ulu.