Pencarian

Harga TBS Sawit di Paser Anjlok Sejak Mei, Disbunak Sebut Wacana Kebijakan Ekspor Satu Pintu Jadi Pemicu

Senin, 01 Juni 2026 • 15:10:09 WIB
Harga TBS Sawit di Paser Anjlok Sejak Mei, Disbunak Sebut Wacana Kebijakan Ekspor Satu Pintu Jadi Pemicu
Petani kelapa sawit di Paser menghadapi penurunan harga TBS sejak Mei 2024.

PASER — Penurunan harga TBS sawit di Kabupaten Paser sudah berlangsung sejak Mei lalu. Kondisi ini membuat petani kelapa sawit di wilayah tersebut harus menahan laju pendapatan di tengah ketidakpastian pasar.

Apa yang Menyebabkan Harga TBS Anjlok?

Kepala Disbunak Paser, Djoko Bawono, menyebutkan bahwa tekanan harga tidak lepas dari wacana pemerintah pusat yang akan menerapkan kebijakan ekspor satu pintu. Kebijakan ini dinilai membuat pasar wait and see, sehingga permintaan dari pabrik kelapa sawit (PKS) ikut melambat.

“Penurunan ini terjadi sejak Mei. Salah satu pemicunya adalah wacana kebijakan ekspor satu pintu yang masih digodok di pusat,” ujar Djoko.

Berapa Kerugian yang Dialami Petani?

Bahan sumber tidak menyebutkan angka pasti kerugian atau persentase penurunan harga. Namun, Djoko mengakui bahwa fluktuasi harga ini langsung mempengaruhi pendapatan harian petani di sejumlah kecamatan sentra sawit di Paser. Petani mengeluhkan biaya produksi yang tidak sebanding dengan harga jual saat ini.

Kondisi ini diperparah dengan biaya transportasi dari kebun ke pabrik yang tetap tinggi. Beberapa petani memilih menunda panen sambil menunggu harga kembali normal.

Bagaimana Respons Pemerintah Daerah?

Disbunak Paser mengaku terus memantau perkembangan harga di tingkat PKS dan berkoordinasi dengan Asosiasi Petani Kelapa Sawit (APKASINDO) setempat. Pemerintah daerah berharap agar kebijakan ekspor satu pintu tidak semakin memberatkan petani di tingkat hulu.

“Kami berharap ada kejelasan dari pusat. Jangan sampai petani kecil yang jadi korban dari kebijakan yang belum resmi diterapkan,” tambah Djoko.

Apa Langkah yang Bisa Dilakukan Petani?

Djoko menyarankan petani untuk tetap menjual TBS sesuai standar kualitas yang ditetapkan pabrik. Ia juga mendorong petani bergabung dalam kelompok tani atau koperasi agar memiliki posisi tawar yang lebih kuat saat menjual hasil panen.

Selain itu, Disbunak Paser juga tengah mendorong program diversifikasi usaha tani, seperti pengolahan limbah sawit menjadi pupuk organik, untuk menambah nilai tambah di tengah fluktuasi harga TBS.

Kapan Harga TBS Diprediksi Kembali Stabil?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan harga TBS akan kembali pulih. Disbunak Paser masih menunggu keputusan final pemerintah pusat terkait mekanisme ekspor satu pintu. Jika kebijakan tersebut segera jelas, pasar diyakini akan kembali bergerak normal.

Namun, jika tidak ada kejelasan dalam waktu dekat, petani sawit di Paser harus bersiap menghadapi tekanan harga yang berkepanjangan hingga akhir tahun.

Bagikan
Sumber: kaltimpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks