Pencarian

Pasar Pagi di Samarinda Sepi Pengunjung, Pemkot Bakal Evaluasi Parkir dan Keterisian Lapak Pedagang

Selasa, 02 Juni 2026 • 15:05:32 WIB
Pasar Pagi di Samarinda Sepi Pengunjung, Pemkot Bakal Evaluasi Parkir dan Keterisian Lapak Pedagang
Pasar Pagi Samarinda masih sepi pengunjung meski pedagang sudah berjualan rutin.

SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda akan mengevaluasi pengelolaan parkir dan tingkat keterisian lapak di Pasar Pagi, menyusul keluhan pedagang soal sepinya pengunjung yang tak kunjung membaik. Langkah ini diambil meski sebagian besar pedagang sudah kembali berjualan secara rutin di lokasi.

Kepala Dinas Perdagangan Samarinda menyebut dua aspek itu menjadi prioritas karena langsung memengaruhi kenyamanan pembeli. "Parkir yang semrawut dan banyak lapak kosong membuat calon pembeli enggan datang," ujarnya dalam rapat internal pekan lalu.

Parkir Semrawut Jadi Keluhan Utama Pengunjung

Area parkir di Pasar Pagi dinilai tidak tertata. Kendaraan roda dua dan roda empat bercampur tanpa jalur khusus, menyebabkan kemacetan di jam sibuk pagi hari. Banyak pengunjung mengaku memilih pasar lain karena kesulitan memarkir kendaraan.

Pemkot berencana menata ulang zona parkir dan menambah petugas pengatur lalu lintas di pintu masuk utama. Opsi penerapan sistem parkir berlangganan bagi pedagang juga tengah dikaji.

Lapak Kosong Bikin Suasana Makin Lesu

Tingkat keterisian lapak di Pasar Pagi saat ini belum mencapai 70 persen. Sejumlah los dan kios di lantai dua nyaris tidak terisi, menimbulkan kesan pasar mati. Padahal, sebelum pandemi, tingkat okupansi bisa mencapai 90 persen.

Dinas Perdagangan akan mendata ulang pedagang yang masih aktif dan yang sudah tidak berjualan. Lapak yang ditinggalkan akan ditawarkan kembali ke calon pedagang baru dengan skema sewa yang lebih ringan.

Insentif Bagi Pedagang Baru Jadi Andalan

Untuk mengisi lapak kosong, Pemkot Samarinda menyiapkan insentif berupa pembebasan retribusi selama enam bulan pertama bagi pedagang baru. Kebijakan ini diharapkan bisa menarik minat pelaku UMKM yang selama ini berjualan di pinggir jalan atau di pasar tumpahan.

Selain itu, jam operasional pasar juga akan diperpanjang hingga sore hari agar lebih kompetitif dengan pusat perbelanjaan modern. "Kami ingin Pasar Pagi kembali jadi tujuan utama belanja warga Samarinda, bukan sekadar pasar sisa," kata Kepala Dinas.

Kapan Hasil Evaluasi Mulai Diterapkan?

Pemkot menargetkan hasil evaluasi parkir dan keterisian lapak sudah bisa diimplementasikan dalam satu hingga dua bulan ke depan. Tim teknis dari Dinas Perhubungan dan Dinas Perdagangan saat ini masih melakukan survei lapangan untuk memastikan kebijakan tepat sasaran.

Pedagang berharap evaluasi tidak hanya berhenti di atas kertas. "Kami butuh aksi nyata, bukan rapat terus. Kalau parkir rapi dan lapak penuh, pembeli pasti datang lagi," ujar Sumarni, salah satu pedagang sembako di Pasar Pagi.

Bagikan
Sumber: kaltimpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks