PASER — Ayah korban menyebut ada beberapa fakta yang tidak masuk akal sejak awal proses pencarian hingga penemuan jenazah AM. Salah satu yang paling mencolok adalah hilangnya seutas tali yang disebut-sebut sempat terlihat di lokasi kejadian.
Hilangnya Tali dan Dugaan Rekayasa Tempat Kejadian
"Ada tali yang sempat kelihatan oleh warga, tapi sekarang sudah tidak ada. Itu aneh," ujar sang ayah saat ditemui di rumah duka, Selasa pekan lalu.
Menurutnya, keberadaan tali tersebut menjadi salah satu petunjuk penting yang bisa menjelaskan kronologi kematian AM. Namun, benda itu mendadak raib sebelum sempat diamankan oleh pihak berwajib.
Autopsi Ditolak, Keluarga Curiga Ada yang Ditutupi
Kejanggalan lain yang diungkap adalah penolakan terhadap permintaan autopsi. Keluarga korban sebelumnya meminta dilakukan pemeriksaan forensik untuk memastikan penyebab pasti kematian AM.
"Kami minta diautopsi, tapi ditolak. Alasannya tidak jelas. Ini membuat kami semakin curiga," tambahnya.
Penolakan tersebut memicu spekulasi di kalangan warga Desa Lolo. Banyak yang menduga ada upaya untuk menyembunyikan fakta di balik kematian pria berusia 35 tahun itu.
Apa Kata Pihak Kepolisian?
Hingga berita ini diturunkan, Kapolres Paser belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan keluarga korban. Namun, sumber dari internal Polsek Kuaro menyebut bahwa penyelidikan masih berjalan dan semua temuan di lapangan akan diuji secara ilmiah.
"Kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti. Jika ada kejanggalan, pasti akan kami tindak lanjuti," ujar salah satu petugas yang enggan disebut namanya.
Kronologi Singkat: Dari Hilang hingga Ditemukan Meninggal
AM pertama kali dilaporkan hilang oleh keluarganya pada Minggu pekan lalu. Ia disebut pamit pergi ke kebun di pagi hari, namun tak kunjung pulang hingga malam.
Warga bersama tim SAR setempat melakukan pencarian selama dua hari. Jenazah AM akhirnya ditemukan di aliran sungai tak jauh dari kebun miliknya, dalam kondisi yang menurut keluarga tidak wajar.
Desa Lolo Menanti Keadilan
Warga Desa Lolo kini menanti kepastian hukum dari kasus ini. Mereka berharap polisi bisa mengusut tuntas seluruh kejanggalan yang diungkap oleh ayah korban.
"Kami minta pelaku dihukum seberat-beratnya. Jangan sampai ada yang dilindungi," ujar seorang tetangga korban yang ikut dalam proses pencarian.
Keluarga berencana melaporkan temuan kejanggalan ini ke Komnas HAM dan Kompolnas jika proses hukum dinilai tidak transparan.