SAMARINDA — Kepala Dinkes Kota Samarinda, Ismed Kusasih, mengungkapkan bahwa manajemen RS Bhakti Nugraha telah melayangkan surat pemberitahuan resmi satu bulan sebelum penutupan. Dalam surat tersebut, pihak rumah sakit menyebutkan kondisi pasar dan keuangan sebagai alasan utama penghentian operasional.
Alasan Manajemen Tutup Setahunan Setelah Empat Dekade
"Di surat yang disampaikan ke kami itu alasan penutupan itu ada di antaranya melihat kondisi pasar, keuangan dan beberapa pertimbangan," ujar Ismed pada Selasa (2/6/2026). Meski mengejutkan publik, ia memastikan seluruh proses telah sesuai koridor hukum dan tata aturan penghentian operasional faskes.
Tiga RS Baru Siap Menggantikan yang Tutup
Ismed menegaskan bahwa fenomena penutupan ini berbarengan dengan momentum ekspansi fasilitas kesehatan baru di Samarinda. Tiga rumah sakit anyar diproyeksikan mampu menyerap beban pelayanan yang ditinggalkan.
Ketiganya adalah RS Mulya Medika di Samarinda Seberang, Prime Care Hospital, dan RS Polri yang mulai beroperasi di tahun yang sama. "Artinya untuk pelayanan Insya Allah tidak akan terganggu dan tetap optimal," tegas Ismed.
Dua RS Lain Juga Tutup Sebelumnya
Gugurnya RS Bhakti Nugraha melengkapi daftar rumah sakit swasta yang tumbang di Ibu Kota Kalimantan Timur. Sebelumnya, RS Haji Darjat (RSHD) dan RS Islam juga telah menghentikan operasional pada 2025. Namun, Ismed menekankan bahwa masing-masing memiliki penyebab yang berbeda.
"Tapi itu case-nya masing-masing berbeda," jelasnya.
Pemerintah Di-backup Sektor Swasta
Di akhir penjelasannya, Ismed merefleksikan fungsi negara dalam pemenuhan hak dasar warga. Ia mengakui kontribusi sektor privat sangat krusial dalam menyokong sistem kesehatan daerah, meskipun kewajiban utama tetap berada di pundak pemerintah.
"Tetapi kita juga tidak menafikan bahwa pelayanan kesehatan itu juga kita dibantu di-backup dari pelayanan kesehatan oleh fasilitas kesehatan swasta," pungkasnya.