Pencarian

Desa Batuah di Kutai Timur Belajar Ketahanan Pangan ke Sidrap Lewat Program Pertanian Terpadu PT BSSR

Kamis, 02 Juli 2026 • 20:38:01 WIB
Desa Batuah di Kutai Timur Belajar Ketahanan Pangan ke Sidrap Lewat Program Pertanian Terpadu PT BSSR
Petani Desa Batuah belajar langsung praktik pertanian terpadu di Sidrap, Sulawesi Selatan.

SANGATTA — Puluhan warga Desa Batuah, Kecamatan Rantau Pulung, Kutai Timur, tidak sekadar belajar teori. Mereka diterjunkan langsung ke lahan pertanian terpadu di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, pekan lalu. Program studi tiru ini digagas PT Bumi Surya Sejahtera (BSSR) untuk memperkuat kemandirian pangan desa.

“Kami ingin petani melihat langsung praktik pengelolaan lahan yang berhasil. Bukan hanya soal menanam, tapi juga rantai pasok dan pemasaran hasil panen,” ujar perwakilan PT BSSR dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin (10/2).

Apa yang Dipelajari Petani Desa Batuah di Sidrap?

Kelompok tani Desa Batuah mempelajari sistem pertanian terpadu yang menggabungkan tanaman pangan, peternakan, dan perikanan dalam satu kawasan. Metode ini dinilai efektif meningkatkan produktivitas lahan sempit.

Mereka juga mendapat pelatihan pengolahan pasca-panen dan akses pasar. “Di Sidrap, petani tidak hanya menjual gabah, tapi sudah mengolahnya menjadi beras kemasan. Nilai tambahnya jelas,” tambah perwakilan perusahaan.

Dukungan PT BSSR untuk Ketahanan Pangan Lokal

PT BSSR tidak hanya memfasilitasi perjalanan studi tiru. Perusahaan tambang batu bara itu juga menyiapkan pendampingan teknis dan bantuan bibit bagi petani Desa Batuah pasca-pelatihan.

Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan di sektor ketahanan pangan. Selama ini, mayoritas warga Desa Batuah menggantungkan hidup pada sektor pertambangan dan perkebunan sawit skala kecil.

Mengapa Ketahanan Pangan Jadi Prioritas?

Desa Batuah berada di kawasan yang sebagian lahannya merupakan area reklamasi tambang. Pemerintah desa mendorong diversifikasi ekonomi agar warga tidak bergantung pada satu sektor.

“Kami ingin setelah belajar, ada lahan percontohan di desa. Targetnya, hasil pertanian bisa memenuhi kebutuhan warga sendiri dan bahkan dijual ke luar desa,” ucap Kepala Desa Batuah.

Langkah Selanjutnya: Lahan Percontohan dan Pendampingan

PT BSSR berkomitmen mendampingi petani Desa Batuah selama satu musim tanam pertama. Perusahaan juga akan menyediakan akses ke ahli pertanian dari penyuluh setempat.

Jika program ini berhasil, model serupa akan diterapkan di desa-desa lain di sekitar wilayah operasional perusahaan di Kutai Timur.

Bagikan
Sumber: kaltimpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks