SAMARINDA — Kontribusi ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Timur menunjukkan tren positif. Dalam dua tahun terakhir, pangsanya naik dari 5,63 persen pada 2024 menjadi 6,19 persen pada 2025.
“Kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDRB Kalimantan Timur mengalami peningkatan,” ujar Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Kaltim, Awang Khaliq, Kamis (2/7/2026).
Subsektor yang Digenjot: dari Kuliner hingga Aplikasi Digital
Dispar Kaltim tidak hanya bertumpu pada satu subsektor. Sebanyak 17 subsektor ekonomi kreatif terus didorong, mulai dari kuliner, fesyen, kriya, fotografi, film, animasi, desain, aplikasi digital, hingga seni pertunjukan. Masing-masing dinilai mulai memberikan kontribusi signifikan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Untuk mempercepat pertumbuhan, pemerintah menyiapkan program penguatan ekosistem. Fokus utamanya adalah percepatan transformasi digital melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan talenta digital, serta inkubasi usaha rintisan berbasis kreativitas.
UMKM Kreatif Didorong Go Digital dan Kantongi NIB
Pelaku UMKM kreatif tidak hanya didorong untuk berjualan secara konvensional. Dispar Kaltim mendorong mereka memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran dan transaksi. Mulai dari pengembangan pemasaran daring, penggunaan sistem pembayaran digital, integrasi layanan logistik, hingga penyediaan katalog produk berbasis digital.
“Kami terus memperkuat berbagai subsektor ekonomi kreatif agar mampu tumbuh lebih cepat dan memiliki daya saing yang lebih tinggi, baik di tingkat regional maupun nasional,” kata Awang.
Pemerintah juga memberikan pendampingan teknis kepada pelaku usaha. Bantuan itu meliputi pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), penguatan identitas merek, hingga perluasan akses ke jaringan distribusi modern. Langkah ini disertai dengan pembenahan kemasan, sertifikasi halal, serta pemenuhan standar kesehatan dan keamanan pangan.
Temindung Creative Hub Jadi Pusat Inkubasi Karya
Dispar Kaltim mengoptimalkan peran Temindung Creative Hub sebagai pusat pengembangan karya kreatif. Fasilitas ini diarahkan menjadi ruang produksi, inkubasi, dan kolaborasi bagi pelaku industri kreatif. Sektor yang difasilitasi meliputi film, animasi, fotografi, televisi, radio, hingga podcast.
Pada sektor desain dan arsitektur, pemerintah menggelar kompetisi, pendampingan usaha, serta kerja sama dengan perguruan tinggi. Teknologi juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan.
IKN: Peluang Strategis untuk Produk Kreatif Kaltim
Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi salah satu peluang yang coba dimanfaatkan. Dispar Kaltim berupaya membangun konektivitas pasar antara produk kreatif daerah dengan kawasan IKN.
“Termasuk memfasilitasi kepemilikan NIB, penguatan merek, perluasan akses ke rantai pasok, hingga membangun konektivitas pasar dengan kawasan IKN agar produk ekonomi kreatif Kalimantan Timur semakin kompetitif,” pungkas Awang.
Modernisasi industri pengolahan berbasis ekonomi kreatif, khususnya pada sektor makanan dan minuman, juga menjadi perhatian. Perluasan jaringan internet di wilayah yang masih terbatas terus dilakukan guna membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha.