SAMARINDA — Progres pembangunan Sekolah Rakyat di Jalan Stadion Utama, Palaran, memasuki tahap kritis. Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhry, turun langsung ke lapangan untuk memastikan seluruh fasilitas siap digunakan pada 14 Juli mendatang, bertepatan dengan dimulainya MPLS.
"Progres pembangunan terus dikejar. Mudah-mudahan semuanya berjalan sesuai harapan dan arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, sehingga pada 14 Juli nanti kegiatan MPLS dapat dimulai," ujar Saefuddin seusai peninjauan.
Fokus Inspeksi: Kerapian Bangunan dan Koneksi Fasilitas Penunjang
Dalam sidak itu, Saefuddin didampingi sejumlah kepala perangkat daerah dan Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP). Tim menyisir setiap sudut gedung untuk mendeteksi titik-titik yang masih memerlukan perbaikan.
Perhatian khusus diberikan pada perapian bangunan dan interkoneksi fasilitas penunjang yang belum tersambung sempurna. Saefuddin menegaskan, sisa waktu enam hari harus dimanfaatkan optimal oleh kontraktor dan pelaksana proyek.
"Melalui peninjauan ini, kita bisa melihat apa yang masih kurang, apa yang perlu diperbaiki, dan apa yang harus segera diselesaikan. Kami telah menyampaikan berbagai masukan kepada pelaksana agar seluruh pekerjaan yang belum rapi segera diselesaikan, termasuk fasilitas yang belum terhubung," tegasnya.
Kolaborasi Pusat-Daerah untuk Perluas Akses Pendidikan
Proyek Sekolah Rakyat ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara pemerintah pusat dan daerah. Saefuddin menyampaikan apresiasi tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto serta jajaran Kementerian Sosial yang menginisiasi program pengentasan ketimpangan pendidikan ini.
"Infrastruktur ini dirancang sebagai sekolah terpadu yang diharapkan mampu memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak di Samarinda, khususnya di wilayah Palaran dan sekitarnya," jelasnya.
Ke depan, Pemkot Samarinda menargetkan sekolah ini menjadi percontohan tata kelola pendidikan bagi kabupaten/kota lain di Kalimantan Timur. Untuk mewujudkan ekosistem ideal, Saefuddin meminta penguatan sinergi lintas sektor terus dijaga—mulai dari Kementerian Pekerjaan Umum, Kemensos, hingga organisasi perangkat daerah di lingkup Pemkot.
"Ini adalah sekolah terpadu yang bertujuan mencerdaskan anak-anak kita. Mudah-mudahan kualitas pendidikan dan masa depan generasi kita semakin baik," kata Saefuddin.