KALIMANTAN TIMUR — Laporan terbaru dari Matt Belloni di Puck News mengungkap bahwa Letterboxd telah memulai proses "meet-and-greets" dengan calon pembeli potensial. Pembicaraan masih sangat awal dan melibatkan "banyak" pihak yang melakukan pertemuan untuk mendiskusikan opsi awal.
Calon Pembeli dari Hollywood hingga Investor Swasta
Menurut laporan tersebut, perusahaan yang telah mengikuti pertemuan tahap awal meliputi raksasa streaming Netflix, studio film Sony Pictures dan Paramount, serta perusahaan ekuitas swasta TPG dan RedBird. Nama Alexis Ohanian, investor media dan salah satu pendiri Reddit, juga disebut masuk dalam daftar.
Laporan ini mengonfirmasi rumor yang beredar sejak April lalu, ketika Semafor memberitakan bahwa Versant — perusahaan yang baru dipisahkan dari Comcast dan kini memiliki Fandango serta Rotten Tomatoes — juga tertarik mengakuisisi Letterboxd.
Valuasi USD 250 Juta di Tengah Revenue Tipis
Puck melaporkan bahwa bankir yang mewakili Tiny — perusahaan induk asal Kanada yang mengakuisisi 60% saham Letterboxd pada 2023 dengan valuasi USD 50 juta (sekitar Rp 825 miliar) — kini "memasang target valuasi USD 250 juta" (sekitar Rp 4,1 triliun) dalam proses penjualan ini.
Belloni mencatat bahwa angka tersebut "terkesan tinggi untuk platform tanpa banyak pendapatan," namun ia menyebut Letterboxd sebagai "kisah sukses media digital langka yang juga berfungsi sebagai platform film yang berpengaruh."
Apa Itu Letterboxd dan Mengapa Diburu?
Letterboxd adalah platform hibrida yang menggabungkan fungsi pencatatan film (movie tracking) dengan media sosial. Pengguna bisa memberi rating, menulis ulasan, membuat daftar tontonan (watchlist), dan mengikuti aktivitas pengguna lain. Popularitasnya melonjak drastis selama pandemi, menjadikannya rujukan utama bagi sinefil dan pembuat konten.
Dengan basis pengguna yang loyal dan engagement tinggi, Letterboxd dinilai sebagai aset berharga bagi perusahaan yang ingin memperkuat posisi di ekosistem konten film — baik sebagai alat promosi (seperti Rotten Tomatoes) maupun sebagai data konsumen untuk strategi produksi konten (seperti Netflix).
Nasib Letterboxd di Tangan Siapa?
Proses akuisisi ini masih dalam tahap sangat awal. Belum ada kepastian apakah kesepakatan akan tercapai atau siapa yang akan keluar sebagai pemenang. Yang jelas, minat dari berbagai pemain besar menunjukkan bahwa platform yang awalnya hanya proyek hobi ini kini dianggap sebagai aset strategis di industri hiburan.
Bagi pengguna setia Letterboxd di Indonesia, kabar ini tentu menarik untuk diikuti. Akuisisi oleh Netflix misalnya, bisa berarti integrasi data tontonan langsung ke profil pengguna, sementara jika jatuh ke Sony atau Paramount, kemungkinan besar platform akan tetap independen namun digunakan sebagai alat pemasaran film.