KALIMANTAN TIMUR — Dikembangkan oleh Whetstone Games dan dirilis dalam akses awal (early access), Offbeat bukan sekadar game biasa. Pemain menerima sequencer empat trek dari seorang paman, lalu mulai membuat jingle menggunakan keyboard mainan bersuara kucing.
Setiap klien datang dengan brief tertentu — hasilnya disimpan sebagai file WAV asli. Uang yang didapat bisa dipakai membeli instrumen aneh seperti gnome bernyanyi. Proyek ini dijadwalkan berada di early access selama 6–8 bulan, dengan konten baru ditambahkan tiap bulan.
Harga normal Offbeat USD 12 (sekitar Rp198.000), diskon 10 persen hingga 1 Agustus 2025.
Dinoblade: Dinosaurus Pedang ala Final Fantasy
Bermula dari animasi viral Jean Nguyen (senior animator Sucker Punch) pada 2022, Dinoblade akhirnya menjadi game utuh. Pemain mengendalikan Spinosaurus yang mencengkeram pedang di mulutnya — mirip senjata Cloud Strife — demi mencegah kepunahan spesies.
Meski tampak "janky" alias kasar, banyak pemain di Reddit mengaku terhibur. "Kelihatan konyol, tapi asyik," tulis salah satu komentar. Game ini mendukung Steam Deck dan dibanderol USD 20 (Rp330.000), diskon 10 persen hingga 30 Juli 2025.
Fading Echo: Petualangan Elemen Mirip Eternal Strands
Dari pengembang Emeteria dan penerbit New Tales, Fading Echo membawa pemain ke peran seorang pahlawan bernama One. Tugasnya: menghentikan korupsi Paradox. Mekanisme permainan mengandalkan kemampuan elemen — mirip Eternal Strands yang rilis tahun lalu.
Saat ini tersedia di Steam dan Epic Games Store, rencananya menyusul ke PS5 dan Xbox Series X/S akhir tahun. Harga USD 20 (Rp330.000), diskon 10 persen hingga 2 Agustus 2025.
Arsip E3 1990-an Kini Bisa Diakses Publik
The Video Game History Foundation baru saja merilis koleksi materi dari puluhan tahun penyelenggaraan E3. Termasuk di dalamnya flyer, press kit, transkrip panel, dan video yang belum pernah tayang — seperti rekaman peluncuran Sega Saturn serta pengumuman harga PlayStation orisinal oleh Sony pada 1995.
"Ini potongan sejarah penting," tulis organisasi tersebut. Koleksi ini bisa diakses secara daring, memberi gambaran betapa sederhananya konferensi pers di era sebelum internet.