KALIMANTAN TIMUR — Galaxy Watch Ultra 2 hadir dengan ketahanan air 100 meter dan sertifikasi EN13319, standar internasional untuk alat selam. Tak hanya itu, jam ini juga mengantongi IP69K untuk ketahanan terhadap debu dan semprotan air bertekanan tinggi. Ini menjadikannya perangkat wearable pertama Samsung yang benar-benar dirancang untuk scuba diving, bukan sekadar tahan cipratan.
Namun, ada batasan penting. Samsung menyatakan Galaxy Watch Ultra 2 hanya ditujukan untuk penyelaman rekreasi, yakni di bawah kedalaman 40 meter. Untuk ekspedisi laut dalam, jam ini tidak disarankan.
Fitur Selam Lengkap, Tapi Berbayar
Untuk mengaktifkan fungsi dive computer, pengguna harus memasang aplikasi Mares—aplikasi selam populer yang sudah dipercaya komunitas penyelam. Melalui aplikasi ini, jam tangan bisa memonitor kadar nitrogen dalam darah, kedalaman, suhu air, dan durasi menyelam secara real-time.
Masalahnya, akses ke fitur tersebut tidak gratis. Samsung menerapkan model berlangganan: US$8,99 per bulan (sekitar Rp148.000) atau US$69,99 per tahun (sekitar Rp1,15 juta). Bagi pengguna yang membeli jam ini di awal peluncuran, dukungan Mares belum tersedia saat perangkat dikirim dan baru akan aktif beberapa bulan mendatang.
Samsung juga meneken kontrak eksklusivitas dua tahun dengan Mares. Artinya, aplikasi ini hanya bisa digunakan di Galaxy Watch Ultra 2, bukan di jam tangan pintar Android lainnya. Pengecualian diberikan untuk ekosistem Apple, yang sudah lebih dulu memiliki kemitraan serupa untuk Apple Watch Ultra, Ultra 2, dan Ultra 3.
Spesifikasi dan Target Pasar
Selain fitur selam, Galaxy Watch Ultra 2 tetap mengusung keunggulan generasi sebelumnya: layar super terang, baterai tahan lama, serta beragam sensor kesehatan dan kebugaran. Samsung menyebut perangkat ini sebagai jam tangan paling tangguh yang pernah mereka buat.
Dengan harga jual yang belum diumumkan resmi untuk pasar Indonesia, jam ini jelas menyasar penggemar olahraga air ekstrem dan penyelam rekreasi yang menginginkan perangkat serba bisa di pergelangan tangan. Namun, biaya langganan tambahan bisa menjadi pertimbangan tersendiri, terutama bagi pengguna yang hanya sesekali menyelam.
Keputusan ada di tangan konsumen: apakah fitur dive computer yang sangat terspesialisasi sebanding dengan biaya berlangganan tahunan? Atau lebih baik tetap menggunakan dive computer konvensional yang tidak memerlukan biaya bulanan?